AS Perketat Sanksi Iran, Rupiah Berakhir Drop

Rupiah - inal knRupiah - inal kn

JAKARTA – gagal mempertahankan posisi di teritori hijau pada Selasa (23/4) sore, ketika indeks AS mengalami kenaikan tipis setelah AS akan memperketat larangan terhadap ekspor minyak Iran. Menurut laporan Index pada pukul 15.56 WIB, Garuda melemah tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp14.080 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.080 per dolar AS, terdepresiasi 24 poin atau 0,17% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.056 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga bertekuk lutut versus , dengan pelemahan di rentang 0,01% hingga 0,04%.

Dari , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih tinggi pada hari Selasa, begitu juga dengan dolar Kanada, setelah menerima sentimen dari rencana AS untuk memperketat larangan terhadap ekspor minyak Iran pada bulan depan. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,059 poin atau 0,06% ke level 97,346 pada pukul 12.37 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, greenback telah mendapat dukungan dalam beberapa pekan terakhir karena kenaikan yang dialami imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun dan tanda-tanda dalam ekonomi AS yang membaik setelah sempat melambat di awal tahun. Namun, kenaikan dolar AS relatif terbatas setelah data penjualan rumah di Negeri Paman Sam cukup mengecewakan.

Pada Senin (22/4) waktu setempat, data terbaru menunjukkan bahwa penjualan rumah di AS sepanjang bulan Maret 2019 dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut data dari National Association of Realtors, penjualan rumah yang sudah jadi (sudah pernah dihuni dan kembali) turun sebesar 4,9% di bulan Maret atau sekitar 5,21 juta unit dalam 12 bulan terakhir.

“Tidak mengherankan jika terjadi kemunduran di bulan Maret setelah terjadi lonjakan kuat pada bulan sebelumnya,” ujar kepala ekonom NAR, Lawrence Yun. “Namun, aktivitas penjualan saat ini berkorelasi dan berdampak buruk dengan pertumbuhan di pasar kerja. Hal itu menunjukkan bahwa dampak dari tingkat hipotek yang lebih rendah belum sepenuhnya terwujud.”

Pergerakan dolar AS terbantu kabar yang menyebutkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, berencana mencabut keringanan beberapa terhadap sanksi Iran pada bulan Mei mendatang. Semua importir minyak Iran nantinya akan mendapatkan sanksi dari AS apabila diketahui membeli minyak dari di Timur Tengah tersebut.

Loading...