AS Mulai Terapkan Tarif Impor, Negara di Asia Bakal Kebanjiran Baja Murah Asal China?

Donald Trump - www.aol.com

Bangkok mulai menerapkan tarif pada baja dan mulai hari Jumat (23/3) lalu. -negara yang berada di kawasan Asia pun bersiap untuk masuknya baja murah. Sebagai langkah proteksionisme, sejumlah produsen di Asia seperti India dan Thailand pun berencana meningkatkan bea impor mereka sendiri, terutama terhadap baja murah asal China.

Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani perintah pada (8/3) untuk tarif 25% pada baja dan retribusi 10% untuk aluminium yang berlaku efektif per tanggal 23 Maret 2018. Penerapan tarif impor baja dan aluminium diyakini memicu gelombang dumping dengan produsen baja utama di China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Rusia yang kini tengah mencari tujuan ekspor alternatif.

Seperti diketahui, sebagian besar negara Asia merasa terancam dengan keberadaan baja China yang menyumbang setengah dari output baja mentah global. Di AS China hanya menduduki posisi pengekspor baja terbesar ke-10, sebab baja China kadang diekspor ke AS lewat perantara seperti Vietnam dan Korea Selatan.

Menko , Darmin Nasution memperingatkan bahwa baja China akan membanjiri banyak negara saat tarif impor AS mulai diberlakukan. Indonesia sendiri diketahui mengenakan bea 10-20% pada impor baja untuk melindungi bisnis baja dalam negeri. Oleh sebab itu Kementerian Perindustrian dan lainnya mulai gelisah dengan kemungkinan peningkatan aliran baja China yang murah.

“Kementerian Perindustrian akan dengan hati-hati mengawasi langkah-langkah Amerika,” ujar salah seorang pejabat, seperti dilansir Nikkei. Hal ini sekaligus mengisyaratkan bahwa tarif impor di Indonesia juga akan dinaikkan. Saat ini jumlah impor baja mencapai setengah dari jumlah permintaan baja tahunan Indonesia sekitar 13 juta ton.

Langkah Presiden Joko Widodo yang fokus membangun infrastruktur di Indonesia dinilai telah membantu meningkatkan permintaan bahan bakar untuk baja yang digunakan dalam konstruksi. Baja yang lebih murah masuk ke Indonesia akan berpotensi menurunkan pengadaan untuk proyek-proyek strategis Jokowi, tapi tentunya sangat bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang berupaya memelihara dalam negeri seperti Krakatau Steel dan sebagainya.

Sementara harga baja Asia tinggi, orang-orang yang bekerja dalam industri ini khawatir jika pembatasan impor AS akan mendorong harga turun. “Kami khawatir jika baja ditutup dari AS memasuki pasar Asia, itu dapat menyebabkan penurunan harga yang signifikan,” jelas Kosei Shindo, presiden Nippon Steel & Sumitomo Metal.

Isu kemungkinan terjadinya perang dagang pun tampaknya menjadi tak terelakkan karena China dikabarkan tengah mempersiapkan diri untuk melakukan ‘serangan balik’ dengan menerapkan langkah serupa. Pemerintah China dilaporkan menyasar tarif impor senilai USD 3 miliar untuk -produk dari AS.

Kementerian Perdagangan China mengungkapkan telah menyusun daftar berisi 128 produk asal AS yang bisa dijadikan target pengenaan tarif impor apabila kedua negara ini tak bisa memperoleh kesepakatan perdagangan. “Kami akan menerapkan tarif impor untuk beberapa produk dari AS untuk menyeimbangkan kerugian yang terjadi akibat pengenaan tarif impor produk baja dan aluminium China oleh AS,” demikian bunyi pernyataan Kemendag China.

Loading...