AS Kurangi Militer, China Tidak Bakal Menjadi Agresif

Militer Amerika Serikat - www.stripes.comMiliter Amerika Serikat - www.stripes.com

NEW YORK – Sebuah yang dirilis Rand Corporation mengatakan bahwa para pengurangan peran militer AS tidak mungkin membuat menjadi lebih ‘agresif’ meskipun kekuatannya tumbuh. Para penulis percaya bahwa meskipun Negeri Panda lebih ‘perkasa’, kekuatan lokal tetap dapat membatasi kekuatan negara tersebut di Timur.

“Meskipun mereka percaya bahwa China lebih mampu, tetapi tetap lebih optimistis tentang kemampuan kekuatan lokal,” tulis laporan tersebut, seperti dilansir dari South China Morning Post. “Mereka memang mengantisipasi bahwa China akan menjadi ambisius, tetapi bukan agresif yang tidak dapat diubah atau tidak mungkin untuk dicegah.”

Para penulis mengatakan, pendukung pendekatan ini percaya bahwa hanya sedikit yang dapat mengancam AS dan mereka lebih menyukai intervensi militer yang lebih sedikit di luar negeri. Mereka berpendapat bahwa AS seharusnya mengurangi pasukan di luar negeri dan mereformasi atau meninggalkan beberapa komitmen mereka.

Di bagian laporan yang melihat kawasan Asia-Pasifik, penulis menuturkan ada beberapa keadaan ketika para penulis akan mendukung penggunaan kekuatan untuk melindungi kepentingan AS. Mereka percaya bahwa meskipun Negeri Paman Sam harus mempertahankan kemampuan militer untuk mencegah dominasi China, mencoba menahan Negeri Tirai Bambu dapat menimbulkan konflik yang tidak perlu.

Laporan yang sama juga mengungkapkan, responden tidak mungkin mendukung intervensi bersenjata sebagai tanggapan atas invasi China ke Taiwan. Satu analis bahkan telah meminta AS untuk meninggalkan kebijakannya dalam mempertahankan Kepulauan Diaoyu di Laut China Timur. Namun, para penulis laporan mencatat bahwa baik argumen yang mendukung pembatasan atau kebijakan, saat ini belum sepenuhnya diuji.

“Tujuan utamanya bukanlah untuk mengevaluasi apakah argumen ini masuk akal atau apakah mengadopsi strategi semacam itu disarankan,” tutur Miranda Priebe, direktur Rand Center for Analysis of US Grand Strategy dan salah satu penulis laporan. “Sebaliknya, kami menjelaskan bagaimana kebijakan keamanan regional AS akan berubah jika proposal mereka diadopsi.”

Sementara itu, Liu Weidong, spesialis urusan AS dari Akademi Ilmu Sosial China, mengatakan bahwa pemerintahan Joe Biden tidak mungkin mengadopsi pendekatan ini. Menurutnya, Biden dan timnya jauh lebih idealis daripada Donald Trump. “Biden ingin mempromosikan HAM lebih jauh dan mendukung demokrasi di seluruh , sehingga laporan Rand ini jelas tidak sesuai dengan pemerintahannya,” katanya.

Steve Tsang, direktur SOAS China Institute di University of London, menambahkan bahwa meskipun (pemerintahan Biden) tidak akan mengambil pendekatan yang sembrono dan tidak menentu seperti yang dilakukan Donald Trump, ia akan terus mengambil pendekatan yang kuat ke China. Ia masih memungkinkan ruang lingkup untuk mengeksplorasi kerja sama, tetapi tidak akan setuju untuk bermitra dengan ketentuan China.

Loading...