AS Setuju Jual Jet Tempur F-15 dan F-18 ke Indonesia

Jet Tempur F-15 - en.wikipedia.orgJet Tempur F-15 - en.wikipedia.org

JAKARTA – dikabarkan sudah mendapatkan persetujuan dari AS untuk pembelian tempur F-15 dan F-18 setelah berbulan-bulan pertemuan antara pejabat tinggi pertahanan dari kedua negara. Pejabat Sekretaris Pertahanan AS, Christopher Miller, yang melakukan kunjungan ke Jakarta pada pekan ini, setuju untuk menjual dua tempur tersebut ke Indonesia, yang telah lama ingin memperbarui armada F-16 yang sudah menua.

“Ada beberapa kekhawatiran bahwa kebijakan AS mungkin berubah di bawah pemerintahan Joe Biden, meskipun dia menganggap bahwa Washington tidak akan mengingkari kesepakatan yang ditandatangani,” tutur direktur jenderal strategi pertahanan di Kementerian Pertahanan Indonesia, Rodon Pedrason, dilansir dari Nikkei. “Tinggal seberapa siap kita menyediakan anggaran dan untuk saat ini, belum ada kesepakatan yang ditandatangani.”

Pedrason melanjutkan, Indonesia sebenarnya telah mendorong AS untuk menjual jet tempur F-15, F-18, dan F-35, tetapi akhirnya hanya menyetujui dua model karena yang ketiga bisa memakan waktu hingga 10 tahun untuk dikirim. F-15 dan F-18 sendiri merupakan tempur yang diproduksi oleh perusahaan kedirgantaraan AS, McDonnell Douglas dan Boeing.

Sebelumnya, kekuatan besar seperti Prancis, Inggris, Jerman, dan NATO telah mendekati Indonesia belakangan ini untuk membahas Laut Cina Selatan. Pedrason mengatakan, Prabowo dijadwalkan mengunjungi Inggris awal tahun depan, setelah melakukan lebih dari 20 kunjungan selama setahun terakhir untuk mencari kesepakatan persenjataan, termasuk di Prancis, Rusia, Turki, dan China.

“Kementerian Pertahanan di bawah Prabowo memiliki rencana besar untuk pengadaan lebih dari 100 jet tempur unggul, untuk menambah armada Indonesia yang saat ini berjumlah kurang dari 60,” tambah Pedrason. “Kami akan memiliki sekitar 170 jet tempur dan berharap bisa menyediakan antara 9 miliar hingga 11 miliar AS untuk persenjataan baru dan peralatan militer selama 20 tahun ke depan.”

Karena kesepakatan untuk jet tempur baru bisa memakan waktu bertahun-tahun agar membuahkan hasil, Indonesia berencana untuk membeli pesawat bekas seperti Eurofighter Typhoon, yang dapat dikirimkan lebih cepat. sebelumnya menyebutkan, Prabowo tertarik untuk membeli 15 pesawat semacam itu dari Austria, tetapi Pedrason mengatakan rencana itu hanya sementara.

“Sangat mendesak bagi kami untuk memiliki persenjataan yang dapat menyeimbangkan (kekuatan) melawan negara-negara titik merah di dekat kami,” lanjut Pedrason. “Kementerian juga berencana untuk membeli model baru pesawat angkut militer Hercules, C130J dan C130H, yang diproduksi oleh Lockheed Martin, serta lebih banyak kapal selam dan kapal patroli.”

Agenda teratas Miller ke Jakarta sebenarnya adalah Laut China Selatan, perairan yang disengketakan dengan banyak klaim teritorial tumpang tindih dan tempat China membangun pangkalan militer. Kunjungannya menyusul pencabutan larangan masuk selama dua dekade terhadap Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, atas tuduhan pelanggaran HAM oleh Washington, yang memungkinkannya untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi dengan pejabat Pentagon.

Miller juga bertemu dengan Panglima TNI, Hadi Tjahjanto, untuk membahas rencana meningkatkan antara kedua pasukan. Menurut keterangan kedutaan AS, Miller menekankan pentingnya departemen pertahanan (AS) pada kemitraan bilateral dan dalam mengamankan Laut China Selatan yang bebas dan terbuka serta Indo-Pasifik.

Loading...