AS dan China ‘Kopi Darat’, Rupiah Ditutup Menguat

Rupiah - swarasemar.comRupiah - swarasemar.com

JAKARTA – mampu menjaga posisi di zona hijau pada perdagangan Selasa (25/8) sore ketika aset emerging market mendapatkan suntikan ‘darah’ setelah perwakilan AS dan dikabarkan sudah melakukan ‘ darat’. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda menguat 21,5 poin atau 0,15% ke level Rp14.649 per AS.

Sementara itu, dari , indeks dolar AS tergelincir pada hari Selasa dan mata uang Asia yang terpapar perdagangan bergerak naik setelah AS dan China sama-sama memuji panggilan telepon antara pejabat perdagangan utama mereka sebagai ‘keberhasilan’. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,212 poin atau 0,23% ke level 93,086 pada pukul 14.57 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, melalui panggilan telepon, yang semula dijadwalkan pada 15 Agustus, Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, dan Menteri AS, Steven Mnuchin, berbicara dengan Wakil Perdana Menteri China, Liu He. Negeri Paman Sam mengatakan kedua belah pihak ‘melihat kemajuan’, sedangkan Kementerian Perdagangan China menyebut pembicaraan itu ‘konstruktif’.

Sentimen, dan dukungan untuk mata uang berisiko terhadap , juga didorong oleh laporan Financial Times yang mengatakan bahwa otoritas AS sedang mempertimbangkan persetujuan pelacakan cepat untuk vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford. Meski begitu, pergerakan kurs tertahan karena pasar menunggu pidato dari Ketua , Jerome Powell, di akhir minggu.

Selain itu, dorongan positif juga datang dari kabar bahwa Food and Drug Administration (FDA) menyetujui metode penyuntikan plasma darah bagi perawatan pasien COVID-19. FDA menyatakan, terdapat bukti awal bahwa plasma darah dapat menekan risiko kematian dan meningkatkan kondisi pasien dalam tiga hari pertama perawatan di rumah sakit.

Metode plasma darah diklaim juga aman, berdasarkan hasil analisis terhadap 20.000 pasien. Sejauh ini, sudah sekitar 70.000 pasien menjalani pengobatan dengan metode tersebut. “Sepertinya (plasma darah) aman dan kami pun nyaman dengan itu. Kami belum melihat ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan,” kata Direktur FDA, Peter Marks.

Loading...