AS-China Kian Mesra, Rupiah Justru Berbalik Melemah

Rupiah - www.swedishnomad.comRupiah - www.swedishnomad.com

gagal mempertahankan posisi di area hijau pada perdagangan Selasa (14/1) sore, ketika mayoritas mata uang bergerak naik seiring dengan pencabutan label manipulator untuk China oleh Departemen . Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.51 WIB, mata uang Garuda melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.680 per dolar .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.654 per , 54 poin atau 0,39% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.708 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia mampu mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,29% menghampiri yuan onshore China.

Yuan memimpin penguatan mata uang Benua Kuning setelah Departemen Keuangan AS mencabut label manipulator mata uang atas China. Dilansir Reuters, keputusan Departemen Keuangan AS diambil sebelum Beijing dan Washington dijadwalkan untuk menandatangani kesepakatan dagang fase pertama untuk meredakan tensi yang sudah berlangsung selama 18 bulan.

Dalam terbarunya, Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa China telah membuat ‘komitmen yang dapat ditegakkan untuk menahan diri dari devaluasi kompetitif’ dan setuju untuk menerbitkan data yang relevan tentang nilai tukar dan saldo eksternal sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan fase pertama. Sebelumnya, AS sempat menuding Negeri Panda sebagai manipulator uang pada Agustus tahun lalu.

Wakil Perdana Menteri China, Liu He, telah tiba di Washington pada Senin (13/1) waktu setempat untuk menandatangani perjanjian perdagangan dengan Presiden AS, Donald Trump. Sumber internal menyebutkan bahwa meskipun tudingan manipulator tidak memiliki konsekuensi nyata bagi Beijing, namun pencabutan tuduhan menjadi simbol penting dari niat baik para pejabat China.

“Keputusan Washington untuk mencabut tudingan manipulator kepada China telah menambah suasana yang telah terjadi sebelum penandatanganan perjanjian perdagangan,” kata kepala strategi mata uang di MUFG Bank, Minori Uchida. “Namun, kurs dolar AS terhadap yen Jepang kemungkinan akan mengalami sedikit kesulitan untuk naik lebih tinggi di atas level 110, karena greenback sudah relatif mahal.”

Loading...