AS-China Makin Panas, Rupiah Berakhir Positif

Rupiah - merahputih.comRupiah - merahputih.com

Meski terus tertekan, akhirnya mampu menutup perdagangan Selasa (7/5) ini di zona hijau, setelah indeks AS bergerak negatif, saat kekhawatiran mengenai ketegangan dagang antara AS-China kembali muncul ke permukaan. Menurut data Index pada pukul 15.58 WIB, Garuda menguat 18 poin atau 0,13% ke Rp14.280 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.309 per dolar AS, terdepresiasi tipis 1 poin atau 0,01% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.308 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang cukup variatif terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,17% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,29% menghampiri yuan China.

Dari global, indeks dolar AS masih melayang tidak jauh dari level terendah lima minggu terhadap yen Jepang pada hari Selasa, setelah kekhawatiran mengenai ketegangan dagang AS-China menghidupkan kembali pesimisme mengenai pertumbuhan global. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,121 poin atau 0,12% ke posisi 97,394 pada pukul 12.27 WIB.

Diberitakan Reuters, dolar AS mempertahankan sebagian besar kisaran terhadap sebagian besar rekan-rekan utama, bahkan ketika komentar dari pejabat perdagangan AS bahwa China telah beralih dari komitmen terkait perdagangan, membebani hasil AS dan saham berjangka. Terhadap yen Jepang, greenback turun 0,1% menjadi 110,63 yen. Sebelumnya, dolar AS menyentuh level terendah lima minggu di 110,255 yen.

“Dari perspektif China, putusnya negosiasi tidak benar-benar menguntungkan bagi perekonomian domestik. Saya pikir, mereka ingin mendapatkan kesepakatan dengan cara apa pun,” kata ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Sementara ada pembicaraan bahwa Washington dan Beijing mungkin mencapai kesepakatan perdagangan minggu ini, kemungkinan negosiasi akan memakan waktu sedikit lebih lama.”

Pada Senin (6/5) malam waktu setempat, Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, dan Menteri AS, Steven Mnuchin, mengatakan bahwa China telah menjauh dari komitmen yang dibuat selama negosiasi perdagangan. Lighthizer mengatakan, pihaknya mungkin akan mengeluarkan pemberitahuan tentang usulan kenaikan atas barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS menjadi 25%.

Loading...