AS & China Bernegosiasi, Rupiah Kembali Berada di Zona Merah

Rupiah - duta.coRupiah - duta.co

dibuka 13 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp 13.780 per di awal pagi hari ini, Jumat (6/4). Kemarin, Kamis (5/4), Garuda ditutup sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp 13.767 per USD setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.740 hingga Rp 13.795 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB dolar AS naik 0,36 persen menjadi 90,468. Dolar AS melaju ke zona hijau karena ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat mereda usai pejabat-pejabat AS menyatakan bahwa negara-negara bisa bernegosiasi.

Penasehat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow berharap agar AS dan China bisa bekerjasama untuk mengatasi perbedaan perdagangan di antara mereka dari waktu ke waktu. Selain itu Kudlow juga menyatakan bahwa hambatan perdagangan antara kedua pihak kemungkinan akan menurun, demikian seperti dilaporkan CNBC.

Dari sektor ekonomi, Departemen AS melaporkan bahwa dalam pekan yang berakhir 31 Maret 2018, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman menginjak angka 242.000, naik 24.000 dari tingkat yang direvisi pada pekan sebelumnya, melebihi konsensus . Rata-rata pergerakan 4 minggu mencapai 228.250, naik 3.000 dari rata-rata yang direvisi pekan sebelumnya.

Kemudian Departemen Perdagangan AS pada Kamis (5/4) juga melaporkan jika defisit barang dan jasa mencapai angka 57,6 miliar dolar AS pada Februari 2018, meningkat 0,9 miliar dolar AS dari bulan Januari 2018 yang telah direvisi.

Sementara itu dari dalam negeri rupiah masih minim sentimen sehingga pergerakannya stagnan dan cenderung melemah. Isu perang dagang pun mulai mereda usai perwakilan perdagangan AS dan China memutuskan untuk bertemu. “Kedua negara akhirnya sadar perlu melakukan negosiasi karena dampak dari perang dagang ini lebih besar,” ujar Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, seperti dilansir Kontan.

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong menyatakan jika pada perdagangan hari ini gerak rupiah kemungkinan akan dipengaruhi oleh rilis data ketenagakerjaan AS, terutama data penyerapan tenaga kerja sektor swasta di luar pertanian atau non farm payroll. “Data non farm payroll AS diprediksi membaik,” katanya. Oleh sebab itu hari ini Lukman memprediksi rupiah akan kembali melemah.

Loading...