Diduga Produk Hasil Kerja Paksa, AS Blokir Impor Kapas dari Xinjiang

Kapas siap di produksi - economictimes.indiatimes.comKapas siap di produksi - economictimes.indiatimes.com

WASHINGTON – AS baru saja mengumumkan berencana melarang kapas dan tomat dari Provinsi Xinjiang, , karena dinilai itu adalah kerja paksa oleh minoritas Muslim Uighur di kamp-kamp penahanan di seluruh . Namun, kebijakan tersebut akan berdampak pada beragam industri dan dapat memiliki konsekuensi yang luas bagi pengecer di Negeri Paman Sam.

Seperti diberitakan Deutsche Welle, Presiden AS, , diperkirakan akan mengumumkan langkah-langkah baru dan lima larangan lainnya terkait dengan pelanggaran kerja paksa pada hari Selasa (8/9) waktu setempat. Larangan itu akan berlaku di seluruh rantai , mulai dari kapas mentah hingga pakaian jadi dan tomat dalam segala bentuknya, termasuk pasta, bubuk, dan produk lainnya.

Customs and Border Protection (CBP) AS, yang diwajibkan oleh undang-undang untuk menahan pengiriman barang yang diduga diproduksi dengan kerja paksa, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka akan menggunakan ‘Withhold Release Orders’ untuk melakukannya. Menurut tersebut, mereka sudah memiliki bukti yang masuk akal, tetapi tidak konklusif, bahwa ada risiko kerja paksa dalam rantai pasokan tekstil kapas dan tomat yang keluar dari Xinjiang. “Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengisi celah itu,” kata Brenda Smith, asisten komisaris CBP.

Pada hari Senin (7/9), juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, merilis pernyataan di Twitter yang menyerukan Partai Komunis China untuk mengakhiri praktik kerja paksa di Xinjiang. Sebelumnya, PBB juga telah mengklaim memiliki bukti bahwa sebanyak 1 juta Muslim Uighur mungkin berada di kamp-kamp penahanan di Xinjiang. China dengan keras membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai yang dirancang untuk memerangi terorisme.

Karena China mengekspor sekitar 20% dari pasokan kapas dunia, 80% di antaranya berasal dari Xinjiang, larangan kemungkinan dapat berdampak pada pengecer dan produsen di AS. Selain itu, meski mengekspor hanya sekitar 2% tomat dunia, tetapi Negeri Tirai Bambu telah menjadi salah satu eksportir dengan pertumbuhan tercepat di sektor tersebut sejak 2015.

Pada bulan Maret kemarin, RUU bipartisan yang akan menindak impor dari Xinjiang, diajukan di Kongres AS. Langkah itu mengguncang kelompok industri yang merasa terjebak antara hubungan AS dan China. Beberapa perusahaan terbesar AS yang terkena dampak larangan tersebut kemungkinan besar adalah Calvin Klein, Tommy Hilfiger, Nike, dan Patagonia.

Hubungan AS dengan China juga berimbas pada industri yang lain. Raksasa Hollywood, Disney, sekali lagi menjadi sasaran boikot atas pembuatan ulang live action Mulan. Boikot muncul setelah penonton mengeluh bahwa perusahaan telah berterima kasih kepada entitas pemerintah di wilayah Xinjiang dalam kredit penutup , salah satunya kantor keamanan publik di Turpan, lokasi sejumlah kamp telah didokumentasikan.

Loading...