AS Berlakukan Tarif Impor, Rupiah Dibuka Melemah ke Posisi Rp 14.402/USD

Rupiah - market.bisnis.comRupiah - market.bisnis.com

Jakarta dibuka melemah sebesar 8 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp 14.402 per di awal pagi hari ini, Jumat (6/7). Sebelumnya, Kamis (5/7), kurs rupiah berakhir terdepresiasi sebesar 31 poin atau 0,21 persen ke level Rp 14.394 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,07 persen menjadi 94,466 lantaran para investor masih berusaha mencerna sejumlah yang dirilis di .

Menurut penyedia data ADP dan Moody’s Analytics pada Kamis (5/7), pekerjaan sektor swasta di Amerika Serikat mengalami kenaikan 177.000 pekerjaan dari Mei ke Juni 2018. Akan tetapi perolehan tersebut lebih rendah dari prediksi .

Kemudian Departemen AS juga melaporkan bahwa pada pekan yang berakhir 30 Juni 2018, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 231.000, naik 3.000 dari tingkat yang direvisi pada pekan sebelumnya di angka 228.000.

Pada perdagangan hari Jumat ini, rupiah diperkirakan berpotensi untuk menguat. Pasalnya beberapa data ekonomi AS diduga tidak terlalu memuaskan. Pemerintah AS sendiri dikabarkan bakal merilis data neraca perdagangan dan non-farm payroll pada Jumat ini. Para pelaku pasar memprediksi angka ekspor AS lebih rendah dibandingkan kegiatan impor. Demikian pula dengan data non-farm payroll yang diprediksi kurang bergairah. “Ada potensi indeks dollar AS melemah (hari ini) sehingga pelaku pasar memanfaatkannya untuk membeli rupiah,” kata Direktur Garuda Berjangka, Ibrahim, seperti dilansir Kontan.

Walau demikian, peluang rupiah untuk menguat ternyata cukup terbatas. Pasalnya, konflik perang dagang semakin memanas dan telah melebar hingga kawasan Eropa, Kanada, sampai Meksiko. Terlebih karena mulai hari ini AS resmi memberlakukan tarif impor atas produk China. “Perang dagang mengganggu prospek ekonomi China dan negara berkembang,” papar Ekonom Bank Permata Josua Pardede. Rupiah juga akan semakin tertekan karena pada Jumat dini hari nanti Federal Reserve akan merilis FOMC minutes.

Loading...