Arabika Lebih Disukai, Harga Kopi Robusta di Tingkat Petani Semakin Anjlok

Kopi Robusta - food.ndtv.comKopi Robusta - food.ndtv.com

Hingga tahun 2017 lalu pangsa kopi dilaporkan mengalami penurunan hingga 25-30%. Terlepas dari kopi robusta di tingkat yang lebih murah, para penikmat kopi ternyata lebih menyukai varian kopi arabika. Alhasil penyusutan pangsa pasar ini menyebabkan populasi kopi robusta di Jawa Barat mulai berkurang.

Sebagai , harga kopi robusta di tingkat petani wilayah Temanggung per Desember 2017 lalu Rp 32 ribu per kg, sedangkan kopi robusta di tingkat petani wilayah Lampung harganya dibanderol Rp 24 ribu per kilogram. Sementara itu, di Jabar mempunyai lebih banyak rasa dan varian kopi, baik arabika dan robusta. “Jabar gudangnya kopi karena miliki karakter rasa berbeda karena unsur hara yang beda. Banyak sekali kopinya,” ungkap Ketua Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor DPC Bandung Atep Nandang Subandar, seperti dilansir Pikiran Rakyat.

Meski jenis kopi cukup banyak, masyarakat rupanya lebih menyukai varian kopi arabika. Hal ini pula yang menyebabkan kesenjangan harga di tingkat petani dan konsumen. Menurut Atep, petani hanya bisa menghasilkan ceri arabika Rp 5.000 – Rp 7.000 per kilogram, sedangkan robusta Rp 4.000 per kg. Sementara itu, harga kopi robusta roasted Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu per kg dan harga kopi arabika bisa mencapai Rp 170 ribu hingga Rp 300 ribu per kg.

“Robusta lebih murah, rasanya lebih pahit khas kopi karuhun. Kalau arabika lebih kompleks, ada manis dan asam. Orang-orang lebih suka kopi yang balance, ada pahit, manis, dan asamnya,” ungkap Atep.

Akhirnya kini banyak petani kopi robusta yang mulai beralih menanam kopi arabika. Padahal kabarnya kopi arabika mempunyai pangsa pasar sendiri yang cukup loyal. “Susah cari robusta di Jabar. Sama petani dibabat, diganti sama arabika. Yang ada pun enggak diurus karena murah. Padahal, ada pasar sendiri untuk robusta,” papar Atep.

Oleh sebab itu, pihaknya berupaya untuk menggenjot pasar kopi robusta dengan menghadirkannya di sejumlah pameran bertaraf nasional maupun internasional. “Kami akan mencoba pertemukan konsumen dengan petani melalui e-commerce, untuk mengatasi kelemahan teman-teman dalam pemasaran,” tandasnya.

Loading...