Aquascape mulai Booming di Kalangan Pecinta Ikan Hias

Tanjungpinang – Hobi memelihara ikan hias bisa mendatangkan pundi-pundi keuntungan, terutama bagi penggiat Aquascape. Bisnis yang mengembangkan akuarium berkonsep alami ini semakin tampak bergairah di Tanjungpinang.

Tumbuhan hidup berupa rumput dan tanaman air yang kebanyakan didatangkan dari Singapura tersebut dikenal memiliki ganda. Pemilik tak perlu sering menguras akuarium, karena air di akuarium tidak akan cepat keruh. Selain itu, warna ikan juga akan semakin terlihat mengkilap. “Sehingga bisa hilangkan stres,” ujar Ameng, Pemilik Toko Aquascape yang bertempat di depan Pos Tanjungpinang (10/1).

Menurut Ameng, tumbuhan penjernih air tersebut setidaknya akan bertahan dalam akuarium selama 3 tahun. Jika pemiliknya paham tentang ekosistem dan tumbuhan air, maka bisa bertahan lebih lama dari itu.

“Minimal 3 tahun, kalau pemiliknya tahu betul soal air dan lampu serta vitamin-vitamin, bisa bertahan di atas itu,” katanya.

Pria yang menggeluti usaha Aquascape dalam 4 tahun terakhir ini mengaku menjual tanaman airnya dalam 3 tumbuh yang dengan satuan per pot. per pot dibanderol Rp 15-40 ribu, per lempeng Rp 20-35 ribu, “Kalau per pokok, atau per kayu satu tanaman harganya Rp 50 ribu ke atas,” sebut Ameng.

Selain tanaman, Ameng juga menjual beberapa jenis ikan hias air tawar, seperti ikan cardinal tetra, black molly, red nose, alga eater dan sebagainya. “Kita juga menyediakan ikan-ikan itu, namun tidak semua,” ujarnya.

Dari penuturan Ameng diketahui bahwa ada sekitar 80 jenis ikan hias yang cocok dengan Aquascape. Sedangkan pantangan ikan untuk Aquascape adalah jenis ikan mas koi, ikan sankoi, sapu-sapu, dan bawal hias.

Permintaan Aquascape yang cukup tinggi membuat Ameng kedatangan tak hanya dari Tanjungpinang, tapi juga daerah lain di sekitarnya seperti Natuna, Anambas, dan Lingga.

“Ada juga datang dari Jambi,” ungkapnya.

Bertolak ke Bandung beberapa bulan lalu, Aquascape juga telah menjelma menjadi ajang berkompetisi. Tengok saja  Aquatic Plants Art Layout Contest (APALC) yang digelar pada 11 September 2015 lalu. ini mengadu kebolehan para pesertanya dalam memadukan berbagai elemen mulai dari lampu neon, karbondioksida (co₂), tanaman air, ikan, pasir silika, pupuk, bebatuan, kayu, dan selang air dalam sebuah kotak akuarium.

Loading...