Migrasi Sistem, Layanan Antrian Paspor WhatsApp Kini Diganti Secara Online Lewat Aplikasi

Layanan Paspor PenerbanganLayanan Paspor Penerbangan

Sebelumnya, Kantor menyediakan booking antrian secara melalui pesan WhatApp. Namun, sehubungan dengan adanya migrasi kesisteman, maka paspor di beberapa Kantor Imigrasi telah berpindah dari sistem antrean berbasis WhatsApp (LAW) menjadi sistem antrian Layanan Paspor Online (APAPO) dari Ditjen Imigrasi. APAPO dapat diunduh melalui PlayStore atau dapat melakukan pengajuan permohonan melalui antrian.imigrasi.go.id.

Hal ini juga dipertegas oleh pernyataan Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Arvin Gumilang. Menurut Arvin, layanan melalui WhatsApp berfungsi untuk mengetahui pendaftaran paspor. “Jadi intinya kalau pendaftaran paspor itu untuk antreannya menggunakan antrean paspor online dengan aplikasinya bisa diunduh melalui Playstore,” beber Alvin di Jakarta beberapa waktu lalu, seperti dilansir Kompas.

Lebih lanjut ia mengatakan, pelayanan informasi paspor melalui WhatsApp atau WA dapat digunakan untuk mengetahui persyaratan pendaftaran, progres layanan paspor, tata antrean pengambilan paspor, pembayaran, dan penyampaian apresiasi atau aspirasi.

Saat hendak melakukan pendaftaran antrian paspor online lewat aplikasi, pemohon tinggal memasukkan data-data yang dibutuhkan seperti email yang aktif, NIK, nama, dan juga tanggal lahir. Kemudian, pemohon pilih menu ANTRIAN PASPOR sesuai dengan kantor imigrasi yang hendak dituju. Selanjutnya pemohon dapat memilih permohonan, jumlah pemohon, dan tanggal kedatangan. Satu akun setidaknya dapat mendaftarkan 1-5 permohonan dalam satu proses.

Jika seluruh proses sudah selesai, pemohon akan memperoleh barcode kode booking. Simpan PDF atau screenshot bukti pendaftaran untuk kemudian ditunjukkan pada petugas saat kedatangan. Pemohon diwajibkan untuk datang 30 menit sebelum jadwal yang telah ditentukan dengan membawa semua persyaratan lengkap dan wajib membawa dokumen asli. Pastikan juga data diri pada dokumen identik dan sama.

Layanan antrean paspor online ini dapat digunakan untuk permohonan pendaftaran paspor baru, serta penggantian paspor karena halaman penuh atau habis masa berlakunya. Sedangkan untuk permohonan penggantian paspor karena hilang atau rusak wajib membuat surat keterangan kehilangan Kepolisian, kemudian dilakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) di seksi Wasdakim.

Loading...