Antisipasi Penipuan, Kemendagri Injinkan Perbankan Akses Data e-KTP

– Membidik strategis dengan lembaga perbankan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam waktu dekat akan mulai memperluas data jangkauan penduduk melalui KTP (e-KTP). Dengan kata lain, Kemendagri mengijinkan perbankan untuk bisa mengakses data penduduk melalui e-KTP.

“Kita akan tambah kerja sama dengan bank agar penipuan berkurang. Karena melalui fotokopi KTP dari mana saja bisa diproses. Sekarang bank bisa akses pengguna e-KTP yang berbasis NIK, sehingga lebih terjamin,” tutur Tjahjo Kumolo di sela Rapat dengan Komisi II di Gedung Parlemen, Jakarta, kemarin (29/2).

Tjahjo mengatakan, Kemendagri saat ini telah bekerja sama dengan sekitar 34 lembaga terkait pemanfaatan e-KTP untuk pelayanan publik sepanjang tahun . Beberapa diantaranya adalah BCA, , , Bukopin, Bareskrim Polri, Korlantas Polri, BNN, BNP2TKI, Ditjen Imigrasi, KPK, Taspen, Pajak serta Indosat.

“Misalnya (untuk) pembuatan rekening, paspor, SIM, bisa memanfaatkan akses KTP elektronik. Setiap orang hanya memiliki satu data saja. Tidak bisa memanipulasi data,” ucap Tjahjo.

Lebih daripada itu, Kemendagri juga berinisiatif menerbitkan KTP Anak, yang sempat menimbulkan polemik beberapa waktu lalu. Sesuai dengan Peraturan Mendagri No. 2/2016, KTP Anak ini nantinya hanya akan digunakan sebagai identitas untuk warga negara yang berusia di bawah 17 tahun.

Melalui KTP Anak, diharapkan akan mempermudah akses pelayanan pada anak di bawah umur, seperti di bidang pendidikan, , , imigrasi, maupun perbankan. Hingga saat ini, tercatat telah ada 10 Kabupaten dan Kota yang menerapkan penggunaan KTP Anak, diantaranya Kota Malang, Solo, Yogyakarta, Depok, kota Pangkal Pinang, Kota Makassar, Bangka Tengah, Balikpapan, dan Kabupaten Bantul.

Loading...