Anjlok 79 Poin, Pelemahan Rupiah Ditaksir Tak akan Bertahan Lama

Jakarta semakin tak berdaya melawan keperkasaan Dolar AS pada perdagangan . akhirnya 79 poin atau sekitar 0,58% di ujung perdagangan Rabu sore (3/2) hingga ditutup pada level Rp13.770 per dolar AS. Sebelumnya, nilai tukar tercatat telah melemah sejauh 59 poin di level Rp 13.691 per Dolar AS pada perdagangan di hari Selasa kemarin (2/2).

“Mata uang Rupiah mengalami koreksi terhadap Dolar AS sejalan dengan mayoritas di kawasan Asia,” ujar Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas di Jakarta, hari ini (3/2).

Rangga menilai, Dolar AS makin perkasa akibat ekonomi Tiongkok yang dirilis di bawah prediksi. Selain itu, isu kembali turunnya harga dunia membuat Rupiah semakin tak bisa berkutik.

Harga minyak mentah jenis WTI Crude pada perdagangan pagi ini terpantau melemah 1,00% pada level 29,58 Dolar AS per barel. Sedangkan untuk minyak mentah jenis Crude, harganya turun 0,86% ke posisi 32,44 Dolar AS per barel.

Meski demikian, Rangga mengira bahwa pelemahan Rupiah ini tak akan lama karena terbantu oleh aliran dana asing yang cenderung masuk ke instrumen keuangan berbasis suku bunga, seperti surat utang atau obligasi yang masih sangat diminati.

Tak hanya Rangga, Keuangan Bambang bahkan optimistis Rupiah akan menguat di tahun ini. Berbagai kebijakan yang pada muaranya akan menciptakan stabilitas ekonomi makro seakan n]menjadi senjata Rupiah.

“Meskipun kami sudah melihat beberapa ruang untuk mempercepat , kami masih menempatkan penekanan pada stabilitas. Kita sudah melihat bagian histeria dari kenaikan suku bunga Fed,” ujarnya sebagaimana dikutip oleh .

Loading...