Animo Umat Kristiani Kian Tinggi, Ini Biaya Ziarah ke Betlehem

Biaya, ziarah, ke, Betlehem, Bethlehem, Yerusalem, tanah, suci, kristen, Kristiani, peziarah, wisata, rohani, paket, tour, Nazaret, holyland, mahal,Kota Betlehem (thought.co)

Betlehem dikenal sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus, maka tak heran jika peziarah kerap mengunjungi ini saat melakukan atau rohani ke Timur Tengah.

Pada tiap tahunnya, ada ribuan umat Kristen asal Indonesia yang berkunjung ke Tanah Suci. Bahkan bisa dikatakan peserta tur kerap meningkat mencapai 40 persen tiap tahun. Animo yang kian tinggi juga dikarenakan menguatnya rupiah terhadap dollar . Mengingat sejumlah biro wisata menetapkan tour wisata religi dalam dolar .

Nazaret Tour misalnya, memasang tarif sebesar USD 2.380 per peserta untuk paket holyland ke Timur Tengah. Harga paket tersebut setara dengan Rp32,5 juta. Bagi umat Kristiani, pergi keluar negeri tak sekadar untuk kepentingan liburan semata, akan tetapi juga untuk berziarah memenuhi panggilan jiwa. Maka yang besar pun tentu tak jadi masalah.

Para peziarah sendiri diketahui sudah datang ke Betlehem sekitar 100 tahun sejak kelahiran Kristus. Saat peziarah mengunjungi Betlehem, mereka akan mengunjungi sejumlah tempat ibadah seperti The Church of Nativity yang merupakan Gereja Kelahiran Yesus, Grotto atau goa bekas Yesus dilahirkan dan palungan tempat bayi Yesus dibaringkan. Umumnya peziarah harus mengantre selama tiga jam untuk bisa mencapai grotto.

merupakan puncak kedatangan peziarah,” ujar Nahum, pemandu wisata lokal. wisman pada hari Natal mencapai puluhan ribu orang, sehingga semua hotel penuh. peziarah bahkan lebih banyak dari penduduk Betlehem. Pada tahun 2016 lalu, kota yang sepenuhnya di bawah otoritas pemerintah Palestina ini dikunjungi 2,3 juta wisman, sebagian besar adalah peziarah yang mengunjungi Gereja Kelahiran Yesus.

Romo Robby Wowor OFM mengatakan dalam beberapa tahun terakhir minat umat Kristen dari Asia untuk merayakan Natal di Bethlehem mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika harus merayakan misa Natal di Bethlehem, peziarah hanya bisa berdiri berjejal di luar gereja karena jumlah umat yang sangat banyak. Namun peziarah maklum akan keadaan. Mereka sudah cukup puas melihat dan meraba langsung bekas gua Yesus, meski tak sempat merayakan ibadah Natal di tempat suci itu.

Selain ke Kota Betlehem, peziarah juga akan mengunjungi Yerusalem yang mana letaknya hanya 10 kilometer dari Betlehem. Kebiasaan ziarah sudah berlangsung sejak zaman sebelum Yesus. Orang Yahudi dari berbagai wilayah acapkali ke Yerusalem untuk berdoa di bait Allah. Ziarah kemudian menjadi peristiwa rutin umat Kristen dan kebiasaan berlangsung hingga saat ini.

UNESCO sudah menetapkan Kota Betlehem sebagai situs sejarah yang wajib dilindungi. Selain Church of Nativitty yang kaya akan sejarah dan nilai rohani, peziarah juga bisa melihat padang penggembalaan di sekitar kota kelahiran Daud. Hingga saat ini, bukit dan padang gurun dengan rumput sangat tipis masih terhampar luas. Ada gerombolan domba yang dijaga suku Bedwin.

Loading...