Angka Kelahiran & Imigrasi Meningkat, Populasi Jerman Diprediksi Stabil

Sudah bertahun-tahun jumlah Jerman diprediksi akan menyusut. Kantor Federal dan Institut Federal Penelitian berpendapat bahwa angka kelahiran yang terus menurun dan jumlah yang rendah sebagai alasan utama untuk hal ini. Jika tingkat kelahiran tetap konstan pada 1,4 anak per wanita dan mencapai 100.000 orang per tahun, maka pada 2060 Jerman hanya memiliki penduduk sekitar 68 juta saja.

Namun berdasar skenario yang telah diubah oleh pemerintah Jerman dalam ringkasan terbaru dari perkembangan demografis-, rupanya penyusutan tersebut tidak terjadi. Menurut pemerintah, imigrasi yang tinggi secara terus menerus serta peningkatan angka kelahiran baru-baru ini dapat menjaga tingkat populasi Jerman hingga 40 tahun yang akan datang.

Sampai saat ini ahli statistik memperkirakan tarah migrasi akan berkisar antara 100.000 – 200.000 per tahun. Namun perkiraan pemerintah baru-baru ini mengatakan bahwa angkanya mendekati 300.000. Tingkat kelahiran pun menunjukkan tren peningkatan. Saat ini 1,6 anak lahir untuk setiap satu wanita di Jerman.

“Dengan migrasi bersih mencapai 300.000, dikombinasikan dengan tingkat kelahiran 1,6 dan kenaikan yang tinggi terkait harapan hidup, penduduk Jerman akan tetap stabil pada level saat ini hingga 2060,” demikian bunyi terbaru.

Lantas apakah krisis demografi di Jerman saat ini telah teratasi sepenuhnya? Ternyata Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere mengatakan tidak. Meski imigrasi dan angka kelahiran meningkat, prognosis pemerintah terbaru menunjukkan bahwa rata-rata penduduk akan meningkat secara signifikan.

Menurut laporan tersebut, dengan angka migrasi bersih 300.000 maka rasio ketergantungan hanya akan sedikit lebih rendah daripada di varian dengan imigrasi yang lebih rendah. Selama beberapa tahun terakhir, harapan hidup rata-rata di Jerman meningkat hampir 2,6 bulan dalam setahun, yakni dengan 78,2 tahun untuk pria dan 83,1 tahun untuk wanita.

Peningkatan harapan hidup ini juga menjadi peningkatan tantangan penyediaan kesejahteraan sosial. Menurut Profesor Enzo Weber, Kepala departemen riset di Institute for Employment Research (IAB), tingkat kelahiran yang tinggi tak akan memberikan perubahan dan hanya imigrasi yang dapat melakukannya. Pasalnya, tenaga kerja menyusut jauh lebih cepat daripada populasi secara keseluruhan karena usia terus berlanjut pada kisaran 65 tahun. Dengan demikian, agar tenaga kerja di Jerman tetap stabil, maka Jerman membutuhkan 400.000 orang lebih banyak untuk berimigrasi setiap tahunnya.

Loading...