Angin Segar untuk Dolar Jelang Rapat Fed, Rupiah Berakhir Drop

mendapatkan angin segar jelang Donald Trump dan rapat tengah pekan ini, sehingga menutup langkah untuk bergerak ke teritori positif. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI harus menutup Selasa (30/1) ini dengan pelemahan sebesar 68 poin atau 0,51% ke level Rp13.434 per AS.

Sebelumnya, rupiah sudah berakhir melemah 60 poin atau 0,45% di posisi Rp13.366 per dolar AS pada Senin (29/1) kemarin. Mata uang Garuda masih bergerak negatif ketika membuka pasar hari ini dengan turun 19 poin atau 0,14% ke level Rp13.385 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak mampu keluar dari teritori merah, mulai awal hingga akhir dagang.

Dari pasar , indeks dolar AS kembali merangkak naik pada perdagangan Selasa, ketika perhatian pelaku pasar tertuju pada pidato Presiden Donald Trump di depan State of the Union Speech dan pertemuan kebijakan . Mata uang Paman Sam tersebut terpantau menguat 0,09% menuju level 89,390 pada pukul 08.26 WIB, setelah sebelumnya telah ditutup naik 0,28% di posisi 89,350.

Seperti dikabarkan Reuters, analis menuturkan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi AS memberikan dukungan yang signifikan terhadap greenback. Imbal hasil Treasury AS mampu mengalami kenaikan sebesar 2,733% di perdagangan Asia pada hari ini, sekaligus menjadi yang tertinggi sejak April 2014 lalu yang naik sebesar 2,712%.

“Ada jeda dalam kelemahan indeks dolar AS, setidaknya untuk saat ini,” kata analis Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di Singapura, Teppei Ino. “Pelaku pasar juga mungkin masih menunggu pernyataan dari Donald Trump untuk sesuatu yang lebih jauh, dan mungkin dia harus mengatakan tentang mata uang negaranya.”

Trump dijadwalkan akan memberikan pidato kenegaraan di depan State of the Union Speech, yang diprediksi akan membahas perombakan imigrasi yang telah diusulkan, serta melakukan upaya untuk mengurangi hambatan perdagangan di seluruh dunia untuk ekspor AS. Selain itu, Trump juga diyakini akan menjelaskan rencana infrastruktur pemerintahan yang dipimpinnya.

Di samping pidato Trump, investor global saat ini juga tengah menantikan pertemuan Federal Reserve yang bakal dilangsungkan tanggal 30 Januari sampai 31 Januari waktu setempat. Data yang dihimpun Reuters menyebutkan bahwa ekspektasi pasar sekitar tiga kali kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini, yang akan dimulai pada Maret 2018 mendatang.

Loading...