Andalkan E-Commerce, JNE Patok Tarif Bersaing untuk Pengiriman Surabaya-Malang

Kantor JNE - (Sumber: daftar-alamat-lengkap.blogspot.co.id)Kantor JNE - (Sumber: daftar-alamat-lengkap.blogspot.co.id)

Berkembangnya bisnis e-commerce di Indonesia mendorong munculnya banyak ekspedisi baru yang bersaing menawarkan tarif kompetitif dan terbaik untuk pelanggan. Meski banyak perusahaan ekspedisi baru, tampaknya keberadaan JNE tak bisa ditinggalkan oleh para pelanggan setianya. Terutama karena perusahaan satu ini menawarkan yang beragam untuk pengiriman ke setiap daerah. Sebagai contoh, untuk tarif JNE dari ke Malang dipatok cukup terjangkau, hanya mulai dari Rp 7.000 saja untuk OKE.

Selain Kirim Ekonomis, JNE juga menyediakan layanan pengiriman Reguler dari Surabaya ke Malang dengan sebesar Rp 8.000, kemudian ada layanan Yakin Esok Sampai (YES) dengan harga Rp 16.000 dan estimasi pengiriman 1 hari sampai, hingga layanan kilat Super Speed (SPS) dengan ongkir Rp 250.000 per kilogram (kg).

Walaupun menerima pengiriman barang dan dokumen penting, JNE mengakui bahwa tren saat ini sudah banyak bergeser dan pengiriman dokumen mulai berkurang. Oleh sebab itu JNE kini mengandalkan pengiriman untuk barang-barang dari e-commerce.

“Kalau kiriman dokumen dan surat, saya yakin lama kelamaan pasti jumlahnya akan menurun karena teknologi menggantikan itu. Seperti tagihan yang tadinya dikirimkan melalui jasa pengiriman pun sekarang sudah ada di billing, sehingga tagihan itu tidak lagi dikirimkan kepada pelanggan,” ujar Mohammad Feriadi, Direktur Utama JNE, seperti dilansir Kontan.

Feriadi menambahkan bahwa jumlah pengiriman dokumen yang ditangani oleh JNE kini sangat sedikit meskipun JNE tak terlalu banyak menangani pengiriman dokumen dan surat. “Sejak orang banyak menggunakan WhatsApp dan email maka tren ini juga beralih. Permintaan untuk pengiriman dokumen menurun karena semuanya bergantung pada permintaan ,” jelasnya.

Hingga kini yang paling berpengaruh terhadap bisnis JNE adalah bertambahnya volume pengiriman dari bisnis e-commerce. “Mungkin inilah perubahan yang terjadi di masyarakat. Di satu sisi kiriman dokumen berkurang di sisi lain kiriman paket bertambah,” papar Feriadi.

Setiap harinya JNE melayani 800.000 kiriman dan setiap bulan terdapat sekitar 18 juta kiriman melalui JNE. Selama 5 tahun belakangan ini JNE mencatatkan pengiriman yang mencapai lebih dari 30%. “Sekitar 70%-80% pengiriman berasal dari retail, separuh atau separuh lebih sedikit berasal dari e-commerce,” tandasnya.

Loading...