Ancaman Tarif Baru AS ke China, Rupiah Drop di Rabu Sore

Rupiah - nasional.tempo.coRupiah - nasional.tempo.co

Ancaman AS untuk mengenakan tambahan terhadap -produk impor asal China membuat melenggang nyaman sepanjang Rabu (11/7) ini, sekaligus menekan gerak mayoritas mata uang , termasuk . Menurut paparan Bloomberg Index pukul 15.50 WIB, mata uang Garuda terpantau melemah 18 poin atau 0,13% ke level Rp14.385 per AS, sedangkan The Wall Street Journal mencatat spot turun 24 poin ke Rp14.384 per AS.

Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (10/7) kemarin, rupiah sudah ditutup turun 12 poin atau 0,08% di posisi Rp14.318 per dolar AS. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan dibuka terdepresiasi 19 poin atau 0,13% ke level Rp14.386 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis harus berkubang di teritori merah.

Dari pasar global, indeks dolar AS memang bergerak lebih tinggi pada hari Rabu, setelah pemerintah Negeri Paman Sam mengancam untuk memberlakukan tarif tambahan pada barang-barang asal China, sekaligus meningkatkan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar . Mata uang greenback terpantau menguat 0,060 poin atau 0,06% ke level 94,218 pada pukul 10.54 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, Presiden AS, Donald Trump, pada Selasa waktu setempat menyampaikan rencana untuk menerapkan tarif sebesar 10% terhadap produk impor dari Negeri Panda senilai 200 miliar dolar AS, termasuk pakaian, komponen TV dan kulkas, serta barang berteknologi tinggi lainnya. Tarif tersebut kabarnya dapat berlaku setelah konsultasi publik berakhir pada tanggal 30 Agustus mendatang.

“Dengan pengumuman dari AS mengenai tarif tambahan, reaksi di sisi kebijakan dari China akan menjadi fokus utama untuk dinantikan dalam beberapa hari mendatang,” kata ahli strategi FX senior untuk Barclays di Tokyo, Shinichiro Kadota. “Jika China bereaksi dengan eskalasi tarif lebih lanjut, pasar saham AS serta kurs dolar AS terhadap yen atau dolar Australia bisa menghadapi tekanan ke bawah.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.391 per dolar AS, melemah 65 poin atau 0,45% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.326 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia takluk versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,43% dialami yuan China.

Loading...