Ancam Pertumbuhan Ekonomi, Negara di Asia Perangi Kemacetan Lalu Lintas

Sejumlah negara di Asia sedang mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar di wilayahnya. Pasalnya, kemacetan dikhawatirkan dapat meningkatkan biaya dan polusi udara sehingga mengancam pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pada bulan Agustus 2016, ibukota , Jakarta, telah menerapkan sistem ganjil-genap sesuai plat nomor . Selain itu, pemerintah provinsi juga telah membuka kemungkinan untuk membangun sistem pembayaran tol berbasis elektronik. Sensor akan dipasang di jalan dan pengendara yang melewati sensor tersebut secara otomatis dikenakan biaya pembayaran gerbang tol.

Proyek itu sendiri dikabarkan bakal menelan biaya sekitar Rp3 triliun. Lebih dari selusin perusahaan Eropa sudah menyatakan minatnya untuk membangun sistem tersebut. Diharapkan, sistem pembayaran ini dapat diberlakukan pada awal 2018.

Sementara itu, Singapura sedang berencana meningkatkan sistem pembayaran tol secara elektronik berbasis satelit yang diharapkan dapat diterapkan pada tahun 2020 mendatang. Satelit-satelit tersebut akan melacak posisi dan biaya mobil serta pengendara yang masuk pusat kota. Sistem ini nantinya akan memberikan fleksibilitas kepada otoritas untuk mengubah waktu dan jalan yang terkena dampak kemacetan ketika diperlukan.

Di sisi lain, Filipina juga sedang mempertimbangkan penggunaan besar untuk mengatasi kemacetan di Manila, dengan menjalin kemitraan dengan Bank dan online, Grab. Menganalisis kecepatan dan posisi taksi menggunakan Grab memungkinkan pihak berwenang untuk mengelola permintaan di tempat dan waktu yang sangat rentan terhadap kemacetan.

Menurut Bank Pembangunan Asia, kemacetan lalu lintas menimbulkan kerugian ekonomi setara dengan 2-5% dari produk domestik bruto (PDB) negara-negara berkembang. Kualitas udara yang memburuk juga menjadi masalah serius. Ibukota India, New Delhi, yang disebut memiliki polusi udara terburuk di dunia, juga sedang menerapkan skema kontrol kendaraan pada bulan Januari dan April, dan diharapkan melakukannya pada musim dingin juga.

Loading...