Amankan Palestina, Hamas Terus Memburu Informan & Mata-Mata Israel

Hamas Terus Memburu Informan & Mata-Mata Israel - www.jpost.comHamas Terus Memburu Informan & Mata-Mata Israel - www.jpost.com

GAZA – Sejak mengambil alih Gaza pada 2007, salah satu prioritas pemerintahan yang dijalankan Hamas, terutama untuk keamanan dalam negeri, adalah untuk memerangi mata-mata Israel. Informan atau mata-mata biasanya memberikan sensitif kepada intelijen Israel tentang para pejuang perlawanan Palestina.

Dilansir TRT World, Israel menggunakan sejumlah yang mereka miliki, termasuk memaksa rakyat Palestina menjadi informan. Intelijen Israel menghubungi melalui telepon atau dalam upaya untuk menemukan informan potensial. Kadang-kadang, ancaman dikeluarkan jika mereka menolak untuk berkolaborasi dan menjadi mata-mata.

Fenomena mata-mata ini dikatakan tidak tinggi, menurut pejabat dari kementerian dalam negeri Gaza. Namun, banyak penangkapan telah dilakukan, dan yang lain telah menyerahkan diri. Tidak ada keraguan bahwa informan menimbulkan bahaya nyata bagi persatuan rakyat Palestina dan perlawanan terhadap Israel, yang telah menutup kantong pantai yang sempit melalui darat, laut, dan udara.

“Musuh terus berusaha merekrut kolaborator baru untuk menembus front internal kami. Tetapi, petugas keamanan kami bekerja sepanjang waktu untuk melawan tindakan spionase Zionis,” ujar juru bicara kementerian dalam negeri Gaza. “Kami sedang melakukan kampanye kesadaran untuk melindungi keamanan dan front internal kami. Kami masih menawarkan amnesti kepada mereka yang menyerahkan diri, dan kami merahasiakan identitas mereka.”

Kementerian dalam negeri Gaza menekankan bahwa mata-mata yang tertangkap diperlakukan sesuai dengan hukum Palestina. Mereka dirujuk ke pengadilan , memiliki akses ke pengacara, dan mereka dapat mengajukan banding. Kadang-kadang, hukuman mati dipertimbangkan, mengingat bahwa hukuman mati harus diratifikasi oleh Otoritas Palestina. Tetapi, otoritas itu tidak diakui oleh Hamas mengingat perpecahan dan geografis yang berkepanjangan dalam kepemimpinan Palestina.

Operasi spionase Israel yang paling ambisius di Gaza digagalkan pada November tahun lalu, ketika para pejuang Hamas menemukan satu komplotan Pasukan Khusus Israel yang menyusup ke bagian timur KhanYounis. Misi itu adalah untuk melakukan pembunuhan dan menangkap komandan militer Palestina terkemuka serta menemukan seorang tentara Israel yang diculik di Gaza, yang diduga ditahan oleh Hamas sejak perang 2014.

Beberapa minggu setelah operasi yang gagal, yang menyebabkan terbunuhnya seorang komandan intelijen Israel dan tujuh pejuang Hamas, informasi baru telah terungkap tentang identitas agen khusus yang mengenakan pakaian sipil. Operasi ini membawa konflik antara kedua belah pihak ke tingkat yang baru, dan kejatuhan politik di Israel mengguncang kabinet Netanyahu.

Rekaman tentang pergerakan agen Israel saat berada di Gaza, sebelum mereka ditemukan, diterbitkan oleh sayap bersenjata Hamas, yang dikenal sebagai ‘Brigade Al-Qassam’. Investigasi juga mengungkapkan bahwa kesatuan elit yang terdiri dari 15 anggota tersebut mencoba untuk mengganggu jaringan komunikasi Hamas dan memasang peralatan menyadap.

Agen intelijen khusus yang terungkap mencoba menyamarkan diri mereka di Gaza dengan masuk sebagai tim medis dengan kartu identitas penduduk Gaza. Abu Obida, juru bicara sayap bersenjata Hamas, akan memberikan hadiah satu juta AS kepada siapa saja yang dapat mengungkapkan lebih banyak informasi tentang kegiatan intelijen Israel.

Karena kampanye anti-spionase bertujuan untuk membersihkan mata-mata Israel dengan memberi mereka kesempatan untuk menyerahkan diri atau ditangkap, perang tersembunyi antara Israel dan Hamas masih terus berlanjut, bahkan di masa damai di Jalur Gaza. Namun, Hamas memiliki kelemahan besar dalam perang ini, karena teknologi mereka dan kemampuan keseluruhan yang lebih rendah, meski itu tidak menghentikan Hamas memburu mata-mata Israel.

Loading...