Aliran Dana Asing Masih Deras, Rupiah Berakhir Menguat 37 Poin

www.bloomberg.com

Aliran masuk dana asing ke yang masih cukup deras menjadi sentimen bagi pergerakan sepanjang Rabu (7/12) ini. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda mampu ditutup 37 poin atau 0,28% ke level Rp13.333 per AS setelah bergerak di kisaran Rp13.312 hingga Rp13.363 per AS.

Rupiah sudah sejak awal dagang dengan naik 31 poin atau 0,23% ke Rp13.339 per dolar AS. Istirahat siang, spot kembali 34 poin atau 0,25% ke posisi Rp13.336 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.50 WIB, mata uang Garuda bertahan di zona positif usai melonjak 47 poin atau 0,35% ke level Rp13.323 per dolar AS.

“Aliran masuk dana asing masih cukup besar, terutama ke obligasi, sehingga menjaga sentimen penguatan rupiah, setidaknya hingga akhir tahun,” ungkap Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Namun, faktor global akan kembali mendominasi, terutama sentimen hasil pertemuan FOMC yang diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sehingga berpotensi menahan laju rupiah.”

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, menambahkan bahwa risiko global dari kenaikan suku bunga The Fed diharapkan sesuai proyeksi pasar sehingga dampaknya tidak besar yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang rupiah ke depannya. “Pelaku pasar cenderung sudah memfaktorkan risiko The Fed, diharapkan kenaikan suku bunga tidak terlalu besar,” kata Reza.

Di sisi lain, pasar juga cenderung bersikap wait and see jelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (8/12) WIB. “Tidak banyak sentimen untuk berdagang menjelang pertemuan ECB pada hari Kamis,” terang Analis IG Securities, Junichi Ishikawa.

Loading...