Aliran Dana Asing Deras, Rupiah Naik 12 Poin di Awal Perdagangan

Jakarta dibuka sebesar 0,09 persen atau 12 poin ke level Rp 13.300 per dolar AS pada pagi hari ini, Rabu (3/5). Kemarin, Selasa (2/5) mata uang Garuda berakhir 0,13 persen atau 17 poin ke posisi Rp 13.312 per dolar AS usai diperdagangkan antara Rp 13.299 hingga Rp 13.339 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur The terhadap mata uang utama terpantau turun 0,04 persen ke level 99,038 di akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Melemahnya indeks dolar AS diakibatkan karena (The Fed) memulai pertemuan kebijakan moneter dua harinya.

Para investor memperkirakan jika bank sentral AS akan mempertahankan acuan ketika pertemuan berakhir pada Rabu sore waktu setempat. “Ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada Mei hanya 4,8 persen. Sementara itu, investor juga menunggu laporan penggajian non pertanian yang diawasi ketat, yang akan dirilis pada Jumat,” ujar FedWatch CME Group.

Rupiah hingga pagi ini masih berhasil mempertahankan posisi di zona hijau berkas dirilisnya indeks konsumen pada April oleh Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin yang dinyatakan mengalami kenaikan 0,09 persen. Inflasi April 2017 dianggap masih terkendali di tengah kenaikan tarif dasar listrik untuk golongan daya 900 VA.

Data inflasi tersebut memang sesuai dengan spekulasi para pelaku pasar. Dengan adanya inflasi, pasar memperkirakan bahwa Bank Indonesia (BI) dapat menahan diri untuk tidak menaikkan suku bunga acuan. Selain data inflasi, derasnya aliran dana asing yang masuk ke Indonesia juga membuktikan bahwa investor asing masih memperhitungkan aset di Tanah Air. Pada Kamis lalu, pemilik dana internasional membeli obligasi lokal sebanyak Rp 8,1 triliun yang merupakan jumlah terbesar sejak Juni 2015.

Loading...