Alami Titik Jenuh, iPhone Catat Penjualan Terendah dalam Satu Dekade Terakhir

Pada paparan kinerja kuartal II tahun fiskalnya, Rabu pagi (27/4) WIB, Inc mencatat penurunan penjualan iPhone untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade terakhir. Penjualan turun seperempat lebih di , pasar utama setelah (AS). Apple juga diestimasi mencatatkan penjualan lebih rendah lagi pada kuartal III tahun fiskalnya secara global.

Dalam paparannya, Apple mengumumkan bahwa “hanya” mampu menjual 51,2 juta unit iPhone pada kuartal kedua tahun fiskalnya. Padahal pada periode yang sama tahun 2015 lalu, bisa menjual 61,2 juta unit iPhone.

Menurut Kepala Keuangan Apple, Luca Maestri, penjualan iPhone di tahun lalu merupakan penjualan terbesar, yang didorong rilis generasi iPhone terbaru. “iPhone 6 merupakan anomali dan menciptakan perbandingan yang sulit bagi kami,” kata Maestri.

Eksekutif Apple sendiri telah memprediksi penjualan iPhone akan terus turun, sehingga mereka harus meyakinkan bahwa penurunan penjualan hanya bersifat sementara waktu. Sebelumnya, setelah mencapai rekor penjualan tertinggi, banyak khawatir iPhone akan mencapai titik jenuh, dan menyeret turun pertumbuhan eksponensial Apple.

Turunnya penjualan iPhone juga berimbas pada anjloknya perusahaan yang berbasis di Cupertino, AS tersebut. Apple turun sekitar 8 persen, atau di bawah 100 dolar AS per untuk pertama kalinya sejak Februari 2016. Kenaikan Apple dengan cara pembelian kembali (buyback) dan pembagian dividen menjadi bumper turunnya perusahaan.

Berdasarkan estimasi Thomson Reuters, Apple bakal mengalami penurunan pendapatan sebesar 41 miliar dolar AS hingga 43 miliar dolar AS di kuartal III tahun fiskalnya. Sementara konsensus di memperkirakan, pendapatan kuartal III perusahaan ini mencapai 47,3 miliar dolar AS.

Apple sendiri mengatakan akan menaikkan pengembalian modal dengan dana 50 miliar dolar AS. Sebesar 35 miliar dolar AS akan digunakan untuk buyback saham, sedangkan sisanya untuk menaikkan 10 persen dividen.

Loading...