Aktivitas Manufaktur AS Drop, Rupiah Melaju di Akhir Pekan

Rupiah - ekbis.co.idRupiah - ekbis.co.id

melaju cukup mulus sepanjang Jumat (4/1) ini, ketika indeks AS mencoba untuk bangkit setelah indeks Paman Sam bulan Desember kemarin dilaporkan mengalami penurunan tajam. Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.56 WIB, spot menguat 147 poin atau 1,02% ke level Rp14.270 per .

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.350 per dolar AS, melonjak 124 poin atau 0,86% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.474 per dolar AS. jual ditetapkan berada di posisi Rp14.422 per dolar AS, sedangkan beli berada di level Rp14.278 per dolar AS atau berselisih Rp256.

Dari pasar global, indeks dolar AS berusaha untuk mengembalikan kekuatan pada hari Jumat, setelah sebelumnya sempat tertekan akibat indeks manufaktur Paman Sam pada bulan Desember 2018 dilaporkan melemah. Mata uang greenback terpantau bergerak naik tipis 0,076 poin atau 0,08% menuju level 96,3810 pada pukul 11.27 WIB, setelah sebelumnya berakhir terdepresiasi 0,53% di posisi 96,305.

Seperti diberitakan oleh Reuters, aktivitas manufaktur AS melambat tajam ke level terendah dua tahun pada Desember kemarin, di tengah menurunnya pesanan baru, menunjukkan mungkin tidak kebal terhadap perlambatan pertumbuhan di China dan Eropa. Menurut lembaga riset Institute for Supply Management (ISM), indeks manufaktur AS jatuh menjadi 54,1 pada akhir tahun 2018 dari 59,3 di bulan sebelumnya, atau penurunan bulanan terburuk sejak Oktober 2008.

“Ekonomi hanya akan berputar dengan pertumbuhan di bawah standar pada tahun 2019 ini jika laporan manajer pembelian diyakini,” kata kepala ekonom di MUFG di New York, Chris Rupkey. “Pesanan akan baru telah melemah dan ini akan berdampak pada investasi bisnis dan pertumbuhan sepanjang tahun 2019.”

ISM sendiri mengatakan bahwa permintaan telah ‘melunak’. Sementara konsumsi terus menguat, dengan produksi dan lapangan kerja masih berkembang, ini berada ‘pada tingkat yang jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya’. Sub-indeks pesanan baru menurut ISM anjlok 11 poin menjadi 51,1 pada bulan lalu, angka terendah sejak Agustus 2016, sedangkan ukuran lapangan kerja pabrik turun menjadi 56,2 pada Desember dari 58,4 di bulan sebelumnya.

Loading...