Aksi Trump KO Dolar, Rupiah Justru Ditutup Melemah 22 Poin

rupiah - economy.okezone.comrupiah - economy.okezone.com

Pelemahan menyusul laporan kebijakan perdagangan terbaru Paman Sam ternyata gagal dimanfaatkan untuk bergerak pada perdagangan Rabu (28/3) ini. Berdasarkan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI harus ditutup dengan pelemahan sebesar 22 poin atau 0,16% ke level Rp13.764 per .

Sebelumnya, rupiah sudah berakhir melemah 4 poin atau 0,03% di posisi Rp13.742 per pada tutup dagang Selasa (27/3) kemarin. Tren negatif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi dengan kembali terdepresiasi 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.746 per dolar . Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis berkutat di area merah, mulai awal hingga akhir dagang.

Dari pasar , laju greenback kembali tertahan pada hari ini, setelah Presiden AS, Donald Trump, membuka kemungkinan berkoalisi dengan Jerman dan Prancis untuk ‘melawan’ praktik . Mata uang Paman Sam terpantau melandai 0,091 poin atau 0,10% ke level 89,281 pada pukul 11.08 WIB, setelah sebelumnya ditutup menguat 0,345 poin atau 0,39% di posisi 89,372.

Seperti dipaparkan Reuters, dolar AS sempat pulih dengan harapan bahwa negosiasi antara AS dan China akan menghasilkan kompromi dan menghindari perang dagang besar-besaran. Namun, Gedung Putih mengatakan bahwa Trump telah membahas praktik dagang China dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang dapat menyebabkan eskalasi ketegangan perdagangan.

“Dolar AS kembali kehilangan daya tarik karena bursa saham melemah menyusul laporan media terbaru tentang kebijakan perdagangan Paman Sam,” kata kepala strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo, Masafumi Yamamoto. “Ancaman penghindaran risiko yang disebabkan oleh kekhawatiran perdagangan telah mereda, tetapi beberapa langkah ‘berisiko’ kemungkinan akan terus memengaruhi mata uang selama ketidakpastian masih ada.”

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.735 per dolar AS, anjlok 37 poin atau 0,27% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.708 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang justru perkasa versus greenback, dengan penguatan tertinggi sebesar 0,48% menghampiri ringgit Malaysia.

Loading...