Aksi The Fed Angkat Dolar, Rupiah Drop di Akhir Transaksi

Hasil pertemuan The Fed yang secara tersirat mengindikasikan peluang kenaikan acuan mampu membuat AS melenggang sekaligus memaksa berkutat di zona merah. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda harus memungkasi perdagangan Kamis (4/5) ini dengan pelemahan sebesar 20 poin atau 0,15% ke level Rp13.328 per dolar AS.

Rupiah sudah bergerak negatif sejak awal dagang dengan dibuka turun 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.318 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 14 poin atau 0,11% ke level Rp13.322 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.30 WIB, spot masih tertahan di zona merah setelah melemah 19 poin atau 0,14% ke posisi Rp13.327 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS kembali melanjutkan tren penguatan setelah Federal Reserve mengabaikan lambatnya pertumbuhan pada kuartal pertama dan terlihat membuka peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan Juni mendatang. Setelah dibuka dengan kenaikan 0,146 poin atau 0,15% ke level 99,355, mata uang Paman Sam kembali menguat 0,105 poin atau 0,11% ke 99,314 pada pukul 10.45 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, The Fed memang mempertahankan tingkat suku bunga mereka (Fed Fund Rate) pada pertemuan kebijakan yang berakhir pada Rabu (3/5) waktu setempat. Meski demikian, Bank Sentral AS itu menekankan kekuatan pasar tenaga kerja yang menandakan masih berjalannya arah untuk kenaikan suku bunga lanjutan paling tidak dua kali dalam tahun ini.

Bank Sentral AS juga tidak lupa menyoroti tingkat belanja konsumen yang terus solid, investasi bisnis yang menguat, dan inflasi yang telah mendekati target. “Meski dalam pernyataan tersebut tidak ada petunjuk jelas untuk kenaikan (suku bunga) di bulan Juni, namun ada peluang lebar atas pergerakan lebih lanjut,” papar Senior Markets Strategist di Westpac, Imre Spezier.

Sementara itu, siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.330 per dolar AS, melorot 33 poin atau 0,25% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.297 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, pergerakan mata uang Asia bervariasi terhadap , dengan penguatan tertinggi dialami peso Filipina sebesar 0,22% dan pelemahan terdalam menghampiri dolar Singapura sebesar 0,17%.

Loading...