Aksi Profit Taking Jelang FOMC Meeting, Rupiah Dibuka Melemah

rupiah - news.metrotvnews.comrupiah - news.metrotvnews.com

Tren negatif rupiah berlanjut pada awal perdagangan Selasa (30/1) ini imbas aksi profit taking jelang rapat . Seperti diberitakan Index, Garuda membuka transaksi hari ini dengan 19 poin atau 0,14% ke level Rp13.385 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 60 poin atau 0,45% di posisi Rp13.366 per pada Senin (29/1) kemarin.

“Pelemahan yang dialami rupiah dalam beberapa hari terakhir disebabkan aksi profit taking jelang rapat pada pekan ini, apalagi mata uang Garuda sudah menguat signifikan pekan lalu,” jelas analis Monex Investindo Futures, Faisyal, seperti dilansir Kontan. “Gubernur , Janet Yellen, diprediksi akan mengeluarkan pernyataan hawkish terkait kenaikan suku bunga pada rapat kali ini.”

Sementara itu, analis pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri, menuturkan bahwa pelemahan rupiah yang terjadi kemarin disebabkan adanya penarikan dana ke untuk aset . Menurutnya, rata-rata semua benchmark US Treasury note sedang mengalami kenaikan, yang artinya investor sedang ‘melarikan’ investasi ke Paman Sam karena menawarkan return yang lebih positif.

Dari pasar , indeks AS memang terpantau menguat pada hari Senin terhadap sejumlah rival utama, setelah turun sebanyak 1,7% minggu lalu, atau terburuk sejak Juni 2017. Gerak mata uang Paman Sam ditopang kenaikan imbal hasil Treasury 10-tahun yang menghasilkan yield di atas 2,7%, atau level tertinggi sejak April 2014.

“Dolar AS telah dibantu kenaikan imbal hasil Treasury yang terus-menerus, sebesar 2,7%,” kata managing director strategi valuta asing untuk BK Asset Management, Boris Schlossberg. “Ini adalah pertama kalinya dalam minggu ini ada korelasi antara pendapatan tetap dan FX, yang menunjukkan bahwa greenback mungkin menemukan semacam titik terendah dalam jangka pendek.”

Saat ini, pasar cenderung mengambil sikap wait and see jelang FOMC meeting pada tengah pekan ini. Bank sentral AS tersebut akan mengumumkan keputusan suku bunga mereka pada hari Rabu waktu setempat, namun tidak ada perubahan yang diharapkan oleh pasar. “Indikator (pengeluaran konsumsi pribadi) adalah ukuran yang disukai The Fed, tetapi masih berada di bawah target mereka,” ujar analis pasar di CMC Markets, David Madden.

Loading...