Aksi Jual Dolar Dinilai ‘Lebay’, Rupiah Tergelincir 2 Poin di Akhir Dagang

Rupiah harus tersungkur pada Kamis (30/3) ini usai indeks AS kembali menguat seiring dengan respons terhadap kegagalan Donald Trump dalam meloloskan RUU Kesehatan yang dianggap berlebihan. Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri dengan pelemahan tipis sebesar 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.316 per AS.

Rupiah sebenarnya membuka perdagangan hari ini dengan menguat 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.313 per . Namun, istirahat siang, mata uang Garuda berbalik 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.318 per . Jelang penutupan atau pukul 15.53 WIB, spot masih terbenam di zona merah setelah melemah 6 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.320 per .

Pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS kembali menembus level 100 setelah investor menyadari bahwa respons kegagalan Presiden AS, Donald Trump, dalam meloloskan RUU Kesehatan pada akhir pekan lalu dinilai berlebihan. Di samping itu, the juga mendapat dorongan dari komentar Presiden The Fed Chicago, Charles Evans, yang mengatakan bahwa kondisi Paman Sam mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Indeks dolar AS sebelumnya tertekan gagalnya voting RUU Kesehatan dan telah jatuh ke posisi terendah dalam empat bulan setelah rancangan UU tersebut ditarik sebelum jajak pendapat digelar di parlemen. “Aksi jual dolar AS merespons berita pada akhir pekan kemarin mungkin sedikit berlebihan,” ujar Ahli Strategi Mata Uang Scotia Capital, Shaun Osborne.

Sementara itu, siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.316 per dolar AS, menguat 7 poin atau 0,05% dibandingkan perdagangan kemarin di posisi Rp13.323 per dolar AS. Di saat yang sama, kurs mata uang kompak melemah versus the greenback, dengan pelemahan terdalam menghampiri baht Thailand sebesar 0,41%, disusul dolar Singapura sebesar 0,12%.

Loading...