Aksi Demo Mereda, Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp 14.440/USD

Rupiah dan Dolar - beritagar.idRupiah dan Dolar - beritagar.id

Jakarta dibuka menguat 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp 14.440 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (24/5). Sebelumnya, Kamis (23/5), Garuda berakhir terapresiasi 45 poin atau 0,31 persen menuju level Rp 14.480 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama sebesar 0,18 persen menjadi 97,8595 di tengah meningkatnya minat para pelaku terhadap mata uang yen Jepang.

Yen Jepang dilaporkan berada di antara sederet mata uang yang memiliki kinerja baik, lantaran para pelaku pasar bereaksi secara risk-off yang dipicu oleh adanya kekhawatiran baru terkait ketidakpastian kondisi global saat ini, demikian seperti dilansir Xinhua melalui iNews.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail berpendapat bahwa rupiah berhasil memperoleh dorongan untuk menguat berkat respons pasar terhadap hasil notulensi rapat Federal Open Market Committee semalam. “Ada kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga acuan di akhir tahun nanti jika inflasi AS rendah,” kata Ahmad, seperti dilansir Kontan.

Di sisi lain, meskipun sedang berada dalam tren pelemahan, mata uang yuan rupanya masih berada di bawah level CNY 7 per dolar AS. Hal ini sekaligus menandakan bahwa risiko devaluasi yuan akibat efek dari perang dagang dengan Amerika Serikat tak seburuk yang diperkirakan sebelumnya.

Rupiah sendiri juga dapat melaju ke zona hijau berkat meredanya aksi demonstrasi yang telah terjadi dalam dua hari terakhir ini. Sebagian di demo pun terpantau mulai berjalan normal lagi. Ahmad pun memperkirakan jika rupiah kemungkinan akan kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini meskipun penguatan rupiah cenderung terbatas. Arah rupiah pun akan bergantung pada laporan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis nanti malam, yakni data PMI dan klaim pengangguran di AS.

Loading...