Akhirnya Rupiah sentuh Rp 13.000 per Dolarnya

Rupiah turun anjlokRupiah pagi ini (5/3) diperdagangkan sebesar 25 basis poin di sesi pembukaan antar bank lokal di Jakarta. Rupiah kini benar-benar menyentuh posisi Rp 13.000 per Amerika, melorot dari posisi pada sesi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 12.975 per Dolarnya. “Rupiah terus terdepresiasi di keuangan setelah ADP (Automatic Data Processing) milik Amerika Serikat menunjukkan penambahan sektor lapangan swasta baru sebanyak 212.000 titik selama bulan Februari 2015,” Ujar Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures .

Tjendra menegaskan bahwa angka tersebut merupakan indikator dari perbaikan ekonomi Amerika Serikat, dan menjadi faktor penekan bagi pergerakan negara lain. Dia juga mengatakan bahwa pergerakan apresiasi Amerika Serikat di pasar didukung oleh perkembangan obligasi Amerika Serikat yang memberikan hasil cukup tinggi.

Secara terpisah, Reza Priyambada dari pihak NH Korindo Securities juga menyatakan hasil analisanya, bahwa kebanyakan pelaku pasar berharap Bank Indonesia akan menurunkan acuan dalam waktu dekat. “Harapan ini akan mendorong para pemain dengan investasi jangka pendek untuk keluar dari aset Rupiah,” kata Reza. Dalam pandangan Bank Indonesia sendiri, kemunduran Rupiah hingga mencapai Rp 13.000 per Dolar Amerika ini juga merupakan suatu hal yang tidak diinginkan, oleh karena itu ke depannya pihak Bank Indonesia berjanji untuk lebih berhati-hati terhadap keputusan Amerika Serikat.

Loading...