Akhiri Pelemahan Tujuh Hari Beruntun, Rupiah Dibuka Menguat

Rupiah Menguat - Kabarin.co

akhirnya mampu menghentikan tren pelemahan yang sudah berlangsung tujuh hari beruntun pada pembukaan awal pekan (12/2) ini. Seperti diwartakan Index, Garuda membuka transaksi dengan menguat 18 poin atau 0,13% ke level Rp13.610 per AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 23 poin atau 0,17% di posisi Rp13.628 per AS pada akhir pekan (9/2) kemarin.

“Sepanjang pekan lalu, sentimen eksternal mendominasi pelemahan mata uang rupiah,” ujar Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri, seperti dilansir Kontan. “Pertama, hasil rapat FOMC yang menunjukkan optimisme pertumbuhan yang lebih tinggi, kemudian AS yang diproyeksikan bakal meningkat, dan kepemimpinan Jerome Powell yang dianggap membawa sentimen positif bagi The Fed.”

Hampir senada, Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, juga menuturkan bahwa sepanjang minggu lalu, pergerakan rupiah masih melanjutkan pelemahan seiring masih naiknya laju dolar AS. Pergerakan greenback memiliki volatilitas yang tinggi, dipicu kekhawatiran tentang tanda-tanda inflasi di tengah kondisi ekonomi global dan AS yang membaik.

“Pada awal pekan ini, pelemahan rupiah yang masih terimbas dari kenaikan dolar AS diperkirakan akan mulai terbatas,” papar Reza. “Pasalnya, kemungkinan adanya kesepakatan anggaran di pemerintahan AS yang dapat mengurangi volatilitas greenback, sehingga mata uang Garuda memiliki kesempatan untuk melakukan rebound.”

Sementara itu, Senior Research and Analyst Asia Trade Point Futures (ATPF), Andri Hardianto, mengatakan bahwa pada pekan ini, jika aksi jual saham Wall Street mereda dan pasar obligasi global mengalami koreksi, rupiah berpeluang menguat. Pasalnya, kondisi tersebut membuat dana kembali ke pasar uang .

“Jika dana asing yang masuk belum normal, ada potensi rupiah kembali melemah. Tetapi, bisa saja melakukan intervensi pasar,” ujar Andri. “Sepanjang pekan ini, mata uang domestik diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp13.580 sampai Rp13.650 per dolar AS.”

Loading...