Akhir Tahun, Rupiah Ditutup Stabil di Level Rp13.788 per Dolar AS

Di kalender terakhir tahun , Kamis (31/12), laju Garuda terhadap AS terbilang stabil. Menurut catatan pada pukul 15.59 WIB, rupiah ditutup pada level Rp13.788 per dolar AS. Pada (30/12), rupiah juga berada di level yang sama.

Pada pembukaan pagi, rupiah sempat melemah tipis 12 poin di level Rp13.780 per dolar AS. Kemudian, kurs rupiah bergerak fluktuatif di level Rp13.823 per dolar AS (terlemah) hingga Rp13.751 per dolar AS (terkuat).

Sementara menurut laporan Yahoo Finance pada pukul 15.59, rupiah ditutup di level Rp13.780 per dolar AS. Rupiah 75 poin atau 0,54% dari penutupan hari Rabu di level Rp13.855 per dolar AS.

Meski rupiah berhasil lolos dari tekanan dolar AS, namun sepanjang akhir tahun 2015, terhadap dolar AS mengalami tren pelemahan. Menurut Gubernur Bank , Agus Martowardjojo, pergerakan rupiah yang cenderung melemah dikarenakan dolar AS yang terus menguat.

“Perkembangan di dunia khususnya minyak yang terus jatuh dikhawatirkan membuat -harga komoditi dunia yang lain juga jatuh,” jelas Agus, Kamis (31/12). “Kita bisa lihat bahwa selain minyak, komoditi seperti tambang juga turun dan menyebabkan dolar AS menguat.”

Meski begitu, Agus menambahkan, jika dibandingkan dengan mata uang negara lain, volatilitas rupiah cukup terjaga. “Meski di negara lain mengalami tekanan besar, tetapi volatilitas rupiah tetap terjaga,” sambungnya.

Salah satu alasannya, menurut Agus, adalah kondisi makro-ekonomi di Indonesia yang cukup stabil. “Ini bisa dilihat dari besaran inflasi yang berada di kisaran 3%, dengan defisit transaksi yang berjalan tahun ini sebesar 17 miliar dolar AS. Angka tersebut turun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 27 miliar dolar AS,” pungkas Agus.

Sementara menurut situs resmi Bank Indonesia, kurs jual rupiah hari ini berada di Rp13.864 per dolar AS. Adapun kurs beli berada di level Rp13.726 per dolar AS.

Loading...