Akhir Pekan, Rupiah Sukses Merangsek ke Zona Hijau

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

JAKARTA – Rupiah sukses merangkak naik ke teritori hijau pada perdagangan Jumat (12/4) sore, ketika indeks berbalik melemah seiring dengan kenaikan yang dialami tunggal Benua Biru. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.51 WIB, spot naik 20 poin atau 0,25% ke Rp14.120 per dolar .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.153 per dolar AS, menguat tipis 3 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.156 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,37% dialami rupee India.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya berbalik lebih rendah pada hari Jumat, seiring dengan kenaikan yang dialami euro, meski ekonomi AS menunjukkan hasil yang cukup positif. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,163 poin atau 0,17% menuju level 97,014 pada pukul 12.46 WIB, melanjutkan pelemahan di pembukaan.

Seperti dilansir Reuters, data yang dirilis pada hari Kamis (11/4) waktu setempat menunjukkan bahwa pengajuan pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS turun ke level terendah 49,5 tahun pada minggu lalu, menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan. Sementara, keseluruhan naik 0,6% di bulan Maret, kenaikan terbesar sejak Oktober tahun 2018.

“Banyak pelaku pasar telah mengambil pandangan bearish pada dolar AS setelah angka CPI AS dirilis awal pekan ini, tetapi mereka tiba-tiba terpaksa menutup posisi sell karena data Kamis terbukti kuat,” kata GM Gaitame.com Research Institute, Takuya Kanda. “Namun, kenaikan demikian tidak cukup kuat dan masih harus dilihat apakah dolar AS dapat mempertahankannya.”

Pergerakan greenback lantas dibatasi oleh euro yang mengalami kenaikan pada akhir pekan ini, karena ada spekulasi peningkatan permintaan untuk mata uang tunggal tersebut, menyusul rencana bank Jepang untuk membeli bisnis keuangan penerbangan multi-miliar dolar AS dari bank Jerman. Euro terpantau naik 0,35% menjadi 1,1289 dolar AS, setelah menyentuh 1,1294 dolar AS atau level tertinggi sejak 26 Maret.

“Tidak terlalu mengejutkan bahwa euro mampu bereaksi cepat terhadap faktor-faktor yang berpotensi positif, mengingat fundamental di sekitar ekonomi zona Eropa menunjukkan tanda-tanda perbaikan,” ujar kepala ahli strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo, Masafumi Yamamoto. “Saya sendiri berharap euro dapat mempertahankan tren kenaikannya.”

Loading...