Akhir Pekan, Rupiah Menguat 73 Poin Jelang Rilis NFP AS

Rupiah - finrollnews.comRupiah - finrollnews.com

mampu memanfaatkan pelemahan yang dialami AS untuk bergerak menguat pada penutupan akhir pekan (7/9) ini, ketika menantikan rilis nonfarm payroll (NFP) AS. Menurut Bloomberg Index 15.56 WIB, Garuda berakhir melonjak 73 poin atau 0,49% menuju level Rp14.820 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.884 per dolar AS, menguat tipis 7 poin atau 0,04% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.891 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia takluk versus , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,14% menghampiri peso Filipina.

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada akhir pekan, terutama terhadap yen, imbas sebuah laporan yang mengatakan bahwa Jepang menjadi target berikutnya dari Presiden Donald Trump berkenaan dengan isu-isu perdagangan. Mata uang Paman Sam melemah 0,032 poin atau 0,03% ke level 94,989 pada pukul 11.11 WIB.

Dilansir Reuters, channel CNBC melaporkan bahwa Presiden Trump mengisyaratkan kepada kolumnis Wall Street Journal bahwa dia mungkin akan ‘mengambil masalah perdagangan’ dengan Jepang. Sebelumnya, Trump sudah menantang , Meksiko, Kanada, dan Uni Eropa dengan menuduh negara-negara tersebut telah mendevaluasi mata uang dan menempatkan AS pada posisi yang kurang menguntungkan.

Trump sendiri sempat mengutarakan ketidaksenangannya terhadap defisit perdagangan AS dengan Jepang. Namun, sejauh ini Washington belum meminta Tokyo untuk mengambil langkah-langkah spesifik guna mengatasi ketidakseimbangan perdagangan. “Meski motif nyata di balik komentar Trump belum jelas, namun pasar meyakini Jepang akan terpengaruh konflik perdagangan,” tutur ahli strategi mata uang dan ekuitas di Bank of America Merrill Lynch di Tokyo, Shusuke Yamada.

Di samping itu, perhatian pasar saat ini juga tertuju pada laporan data nonfarm payroll AS bulan Agustus 2018 yang akan dirilis hari ini waktu setempat. Investor memprediksi adanya peningkatan nonfarm payroll di bulan Agustus menjadi sebesar 191.000 dari 157.000 pada bulan sebelumnya. Sementara, tingkat pengangguran diprediksi akan turun menjadi 3,8% dari 3,9% di bulan Juli.

Loading...