Akhir Pekan, Rupiah Melenggang Mulus di Zona Hijau

Rupiah - www.kaskus.co.idRupiah - www.kaskus.co.id

JAKARTA – Tren rupiah terus berlanjut pada Jumat (21/6) sore seiring dengan pelemahan yang masih membayangi indeks dolar AS, imbas keputusan yang mungkin akan melonggarkan kebijakan mereka. Menurut paparan Index pada pukul 15.58 WIB, Garuda terpantau menguat 28 poin atau 0,19% ke level Rp14.155 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.116 per dolar AS, terbang tinggi 120 poin atau 0,84% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.236 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata Asia kompak mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,61% dialami rupiah.

Dari , indeks dolar AS masih melanjutkan tren pelemahan pada hari Jumat, setelah Federal Reserve bergabung dengan bank-bank sentral utama lainnya untuk rencana pemotongan suku bunga guna mendukung yang lesu. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,047 poin atau 0,05% ke level 96,582 pada pukul 12.06 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, pada pertemuan kebijakan yang berakhir Kamis (20/6) pagi WIB, The Fed memang memutuskan untuk menahan suku bunga acuan mereka di kisaran 2,25% hingga 2,5%. Namun, bank sentral AS tersebut juga mengisyaratkan siap untuk menurunkan suku bunga mereka untuk menjaga ekspansi perekonomian Negeri Paman Sam.

“Kenaikan dolar AS terhenti karena pasar memperkirakan penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan bulan Juli mendatang,” tutur ahli strategi valuta asing senior di IG Securities, Junichi Ishikawa. “Bank-bank sentral berada dalam kompetisi untuk melonggarkan kebijakan, sehingga muncul pertanyaan mata uang mana yang akan mengalami penjualan.”

Investor sendiri memprediksi akan ada tiga kali pemotongan suku bunga The Fed sebelum akhir tahun, yang dimulai dengan pertemuan berikutnya pada bulan Juli, dan kemungkinan sebanyak lima pemotongan hingga pertengahan 2020 mendatang. The Fed bergabung dengan bank sentral global lain, seperti European Central Bank (ECB) dan Reserve Bank of Australia, menuju lebih banyak stimulus kebijakan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, fokus pasar bergeser ke apakah Amerika Serikat dan Cina dapat menyelesaikan pertikaian perdagangan mereka pada pertemuan puncak G20 yang bakal digelar di Osaka mulai minggu depan. Namun, para analis memperkirakan bahwa peluang terobosan untuk merampungkan konflik ini tergolong rendah.

Loading...