Akhir Pekan, Rupiah Melemah Jelang Rapat Tahunan The Fed

Rupiah - ekonomi.metrotvnews.comRupiah - ekonomi.metrotvnews.com

Rupiah harus rela bertengger di zona merah sepanjang Jumat (24/8) ini, ketika fokus tertuju pada pertemuan tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI melemah 11 poin atau 0,08% ke level Rp14.649 per .

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok tengah berada di posisi Rp14.655 per dolar AS, terdepresiasi 35 poin atau 0,24% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.620 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,16% dialami yen Jepang, disusul yuan China yang turun 0,15%.

Dari global, indeks dolar AS sebenarnya terpantau bergerak melemah pada hari Jumat, ketika investor menantikan pidato Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, pada pertemuan tahunan para gubernur bank sentral di Jackson Hole, Wyoming. Mata uang Paman Sam turun 0,074 poin atau 0,08% ke level 95,592 pada pukul 11.09 WIB.

Dilansir Reuters, dolar AS sebelumnya telah mendapatkan keuntungan dari kekhawatiran gejolak perdagangan internasional dalam beberapa waktu terakhir. Terbaru, para pejabat AS dan China mengakhiri pembicaraan perdagangan mereka tanpa menghasilkan terobosan besar, setelah pemerintah AS berencana menerapkan baru pada produk impor dari China senilai 16 miliar dolar AS.

Pada hari ini, fokus investor tertuju pada pidato Powell di rapat tahunan di Jackson Hole, Wyoming, terutama terkait dengan kebijakan kenaikan lebih lanjut. Sebelumnya, dalam risalah The Fed yang dirilis Kamis (23/8) pagi WIB, banyak partisipan rapat menyarankan bahwa jika data mendukung outlook ekonomi, sudah pantas jika bank sentral mengambil langkah untuk menarik kebijakan akomodasi.

“Saya pikir, pidato Powell dapat menyiratkan bahwa terlepas dari tekanan politik, The Fed dapat melanjutkan kenaikan suku bunga mereka selama ekonomi AS terus berkembang,” tutur kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Jika pasar mengonfirmasi hal tersebut, maka saya pikir kekuatan dolar AS akan terus berlanjut, terutama terhadap yen Jepang.”

Loading...