Akhir Pekan, Rupiah Masih Lanjutkan Tren Pelemahan Meski Tak Drastis

diramal masih akan melanjutkan tren pelemahan pada akhir pekan ini (20/5) meski tidak sedrastis kemarin. Penguatan dolar AS usai rilis notulensi serta pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang melambat masih menjadi faktor pengganjal laju Garuda.

Menurut catatan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka 29 poin atau 0,21% di posisi Rp13.594 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.580 per dolar AS pada pukul 08.12 WIB. Adapun indeks dolar AS, terpantau bergerak naik tipis 0,008 poin atau 0,01% ke posisi 95,295 pada pukul 07.00 WIB usai dibuka stagnan di level 95,289.

“Tekanan pelemahan rupiah masih akan bertahan meski tidak sedrastis kemarin,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Rupiah masih tertekan faktor eksternal usai dolar AS melanjutkan penguatan yang dipicu meningkatnya harapan kenaikan tingkat suku bunga .”

Dalam pernyataannya di dini hari tadi WIB, Presiden The Fed wilayah , William Dudley, mengatakan bahwa selangkah lebih dekat ke penaikan tingkat suku bunga acuan pada satu atau lebih pertemuan selanjutnya. Menurut Dudley, kebijakan kenaikan tingkat suku bunga The Fed diprediksi akan dilakukan sekitar Juni hingga Juli mendatang.

Meski begitu, sambung Rangga, konsensus masih melihat kenaikan FFR target pada FOMC meeting pada Juni mendatang masih jauh di bawah 50%. “Initial jobless claims AS yang turun tajam semalam juga bisa menekan laju dolar AS. Sementara, angka penjualan rumah AS ditunggu malam nanti dan diperkirakan membaik,” tambahnya.

Pada Kamis (19/5) kemarin, rupiah terjun bebas 185 poin atau 1,38% ke Rp13.565 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda juga dibuka melemah 62 poin atau 0,46% di level Rp13.442 per dolar AS.

Loading...