Akhir Pekan, Rupiah Berbalik Drop Jelang Laporan Ritel AS

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

JAKARTA – ternyata gagal mempertahankan posisi di zona hijau pada perdagangan Jumat (14/6) sore seiring dengan kenaikan AS di tengah fokus terhadap laporan terbaru mengenai penjualan ritel Negeri Paman Sam. Menurut catatan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda merosot 45 poin atau 0,32% ke level Rp14.325 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan tengah berada di posisi Rp14.304 per dolar AS, terdepresiasi 34 poin atau 0,24% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.270 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga bertekuk lutut di hadapan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,16% menghampiri rupiah.

Dari , indeks dolar AS bergerak lebih tinggi pada hari Jumat dan ditetapkan untuk menunjukkan kenaikan mingguan di tengah fokus investor yang beralih ke pertemuan The Fed minggu depan untuk petunjuk tentang kemungkinan penurunan suku bunga mengingat meningkatnya risiko terhadap perdagangan dan pertumbuhan . Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,030 poin atau 0,03% ke level 97,043 pada pukul 13.20 WIB.

Diberitakan Reuters, pertemuan kebijakan dua hari Federal Open Market Committee (FOMC) akan dimulai pada hari Selasa (18/6) mendatang. Dengan meningkatnya ketegangan perdagangan, pertumbuhan AS yang melambat, dan perekrutan kerja yang menurun di bulan Mei, pasar telah menetapkan setidaknya dalam dua penurunan suku bunga pada akhir 2019.

“Menjelang pertemuan FOMC, orang mengharapkan komentar dovish dari The Fed, yang secara umum membebani dolar AS,” kata kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Namun, mata uang lain seperti euro dan pound sterling bergerak menurun dan pelemahan mereka membantu dolar AS untuk naik.”

Perhatian investor pada akhir pekan ini juga akan tertuju pada data penjualan ritel AS yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat untuk mengetahui kondisi permintaan domestik di terbesar dunia. Selain itu, pelaku pasar juga mengawasi dengan cermat isu-isu geopolitik termasuk konflik perdagangan AS-China yang berlangsung berbulan-bulan dan ketegangan AS-Iran setelah serangan terhadap kapal tanker di Teluk Oman pada Kamis (13/6) kemarin.

Loading...