Akhir Pekan, Rupiah Berakhir Melemah 12 Poin

Jakarta – Pada akhir pekan ini rupiah tampaknya masih belum berdaya di spot. Menurut laporan dari Bloomberg Index, Garuda berakhir 12 poin atau 0,09 persen ke Rp 13.294 per usai diperdagangkan pada kisaran Rp 13.279 hingga Rp 13.308 per AS pada Jumat (26/5).

Sementara itu di awal perdagangan hari ini rupiah mengawalinya dengan pelemahan sebesar 26 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp 13.308 per dolar AS. Kemudian di akhir perdagangan sesi I pukul 11.30 WIB spot melemah 15 poin atau 0,11 persen ke level Rp 13.297 per dolar AS. Sepanjang hari ini rupiah cenderung bergerak di zona merah.

Di sisi lain, Gubernur (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan bahwa insiden teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (23/5) tak mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah dan tak mengurangi kepercayaan untuk menanamkan modalnya. “Kami lihat currency (nilai tukar) stabil. Di Indonesia, aspek sudah bisa dipisahkan dengan aspek politik,” jelas Agus.

“Pergerakan rupiah tidak banyak dipengaruhi ledakan. Selama tidak terjadi pergantian rezim dengan cara tidak wajar misalnya kudeta atau revolusi. Maka goncangan politik dan keamanan masih bisa ditangani pemerintah,” kata Eric Sugandi, Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness. Peristiwa bom bunuh diri tersebut menurutnya hanya memberi efek sementara lantaran pemerintah dan aparat bisa segera mengendalikan kondisi setelah ledakan.

Akan tetapi, menurut Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, pelemahan mata uang rupiah lebih disebabkan karena faktor dinamika mentah dunia. “ minyak mentah dunia mempengaruhi mata uang berbasis komoditas,” ujarnya.

Sedangkan gerak mata uang di kawasan Asia cenderung bervariasi terhadap the Greenback. Mata uang yen Jepang diketahui paling tajam sekitar 0,23 persen, kemudian disusul oleh renmibi China sebesar 0,16 persen. Sedangkan pelemahan terbesar dialami won Korea Selatan sebesar 0,32 persen.

Loading...