Akhir Pekan, Harga Emas Terpantau Melemah

Emas - duta.coEmas - duta.co

New York – Dalam hari Jumat (23/11) ini harga berjangka terpantau melemah. Harga dilaporkan turun dari level tertinggi dalam 2 pekan sebelum perayaan Thanksgiving. Adapun harga untuk kontrak pengiriman Desember 2018 turun sebesar USD 4,8 atau 0,4 persen menjadi USD 1.223,20 per ounce. Selama seminggu ini harga telah naik 0,1 persen.

“Pergerakan harga emas menarik dalam hadapi perang dagang yang membayangi dan kemungkinan perubahan kebijakan yang akan dorong dolar AS melemah lebih signifikan,” ujar Stephen Innes, Head of Asia Pacific Oanda, seperti dilansir Marketwatch, Sabtu (24/11).

Para saat ini masih fokus pada rencana kebijakan moneter selama beberapa bulan mendatang. Di samping itu, juga masih mencermati pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah utama dan perkembangan pembicaraan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. Volatilitas bursa saham akibat perang dagang turut menjadi sentimen yang mempengaruhi harga emas sebagai salah satu aset safe haven.

Federal Reserve (The Fed) diharapkan dapat menaikkan suku bunga acuannya sebanyak satu kali lagi pada bulan Desember 2018 depan. Rencana kenaikan suku bunga ini menjadi yang keempat kalinya sepanjang tahun berjalan. Tetapi investor juga mengkhawatirkan berapa banyak kenaikan suku bunga bank sentral AS tahun 2019 depan tanpa memicu resesi domestik di tengah munculnya tanda-tanda pelemahan ekonomi global. The Fed dikabarkan bakal menaikkan suku bunga sebanyak 3 kali tahun 2019.

Sementara itu, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk pada perdagangan kemarin, Jumat (23/11) bertahan di posisi Rp 660 ribu per 1 gram, demikian pula dengan harga pembelian kembali atau buyback emas yang masih dipatok Rp 575 ribu per gram. Harga emas Antam tersebut berlaku di Butik Antam Pulogadung, Jakarta. Sedangkan harga emas di Pegadaian hari ini, Sabtu (24/11), untuk cetakan Antam Rp 682 ribu per gram dan untuk emas batangan cetakan UBS harganya Rp 665 ribu per gram.

Loading...