Ditutup Berbalik Merah, Rupiah Tembus Level Rp14.000

Rupiah - www.jatengpos.comRupiah - www.jatengpos.com

JAKARTA – Seperti yang sudah diprediksikan sejak awal, meski dibuka menguat, harus mengakhiri Kamis (27/2) di zona merah, ketika minat terhadap aset-aset berisiko, seperti ekuitas, rontok akibat wabah . Menurut paparan Index pukul 15.56 WIB, rupiah berakhir melemah 85 poin atau 0,61% ke level Rp14.025 per AS.

“Sentimen yang mendorong pelemahan rupiah masih berasal dari penyebaran virus corona di luar China. Stimulus ekonomi yang diberikan oleh pemerintah dan (BI) belum mampu menahan pelemahan rupiah terhadap dolar AS,” tutur Direktur Utama TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim. “Namun, dalam waktu dekat, investor akan kembali masuk ke keuangan dalam negeri.”

Dari pasar global, indeks dolar AS mempertahankan kenaikan terhadap yen Jepang pada hari Kamis, karena meningkatnya kekhawatiran bahwa wabah coronavirus berubah menjadi pandemi mendorong para investor ke tempat yang aman seperti US Treasury. Paman Sam terpantau berada di level 110,36 yen, menyusul kenaikan 0,2% di sesi sebelumnya, namun melemah tipis 0,017 poin atau 0,02% ke posisi 98,979 terhadap sekeranjang utama pada pukul 11.14 WIB.

Dilansir Reuters, sebagian besar mata uang terkunci dalam kisaran sempit karena para pedagang dengan gugup memantau penyebaran global dari virus corona yang muncul di China akhir tahun lalu. Virus ini sekarang menyebar lebih cepat di luar Negeri Panda, memicu kekhawatiran bahwa dampak ekonomi dari pembatasan perjalanan, gangguan rantai pasokan, dan penurunan mungkin jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

“Ada pertanyaan apakah Anda harus membeli dolar AS atau yen sebagai tempat berlindung yang aman, tetapi pergerakan di pasar menunjukkan bahwa lebih banyak investor memilih greenback,” kata manajer umum departemen penelitian di Gaitame.com Research Institute di Tokyo, Takuya Kanda. “Sentimen menunjukkan, downside dolar AS terbatas terhadap yen. Ini juga meningkatkan dolar terhadap mata uang lainnya.”

Loading...