Akhir Februari, Rupiah Lemas Saat Dolar Berbalik Turun

Rupiah - nusantara.newsRupiah - nusantara.news

JAKARTA – praktis tidak memiliki tenaga untuk bangkit ke zona hijau pada Kamis (28/2) sore, meski indeks AS juga berbalik di tengah ketidakpastian pembicaraan dagang AS-China. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda 39 poin atau 0,28% ke level Rp14.069 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.062 per dolar AS, terdepresiasi 58 poin atau 0,41% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.004 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang tidak berdaya versus , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,27% menghampiri rupiah, disusul ringgit Malaysia yang turun 0,13%.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya cenderung bergerak lebih rendah pada hari Kamis, karena tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian atas kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,051 poin atau 0,05% ke level 96,103 pada pukul 13.04 WIB, setelah kemarin berakhir di zona hijau.

Seperti diberitakan Reuters, dolar AS bertahan di atas level terendah tiga pekan ketika pasar cenderung berhati-hati menanggapi ketidakpastian negosiasi dagang antara AS dan China. Greenback sebagian besar mempertahankan posisi yang dibukukan selama sesi sebelumnya setelah Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, mengatakan bahwa terlalu dini untuk memprediksi hasil dalam negosiasi perdagangan AS-China.

“Investor mungkin mencari perdagangan yang aman. Di satu sisi, itu tidak terlalu menarik, tetapi di sisi lain, investor perlu menghasilkan profit,” tutur manajer cabang Tokyo di State Street Bank, Bart Wakabayashi. “Kami mungkin telah melihat minat di pasar negara berkembang secara selektif (untuk mendapatkan hasil).”

Di Benua Biru, pound sterling mempertahankan kenaikan setelah rally ke level tertinggi dalam tujuh bulan pada hari Rabu (27/2), karena investor memprediksi kepergian Inggris dari Uni Eropa akan tertunda. Perdana Menteri Inggris, Theresa May, sebelumnya telah menawarkan kepada anggota parlemen kesempatan untuk memberikan suara untuk Brexit tanpa kesepakatan.

Loading...