Akhiri Transaksi Agustus, Rupiah Menguat 0,47%

Rupiah menguat pada perdagangan Senin (31/8) sore - kumparan.com

mampu bergerak mulus di area hijau hingga Senin (31/8) sore, memanfaatkan pelemahan yang masih dialami oleh greenback imbas kebijakan terbaru Federal Reserve yang akan tetap menerapkan kebijakan moneter akomodatif. Menurut laporan Index pada pukul 14.58 WIB, mata uang Garuda berakhir 69 poin atau 0,47% ke level Rp14.563 per AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank Indonesia pukul 10.03 WIB tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.554 per , menguat 148 poin atau 1,03% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.702 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia bergerak naik, dengan penguatan tertinggi dialami rupiah.

“Apresiasi rupiah tidak lepas dari peningkatan kepercayaan pelaku pasar. Ini tercermin dari penurunan premi risiko terhadap pemerintah Indonesia,” ulas CNBC Indonesia. “Pada pukul 09.23 WIB, Credit Default Swap (CDS) tenor lima tahun untuk pemerintah Indonesia berdenominasi dolar AS berada di 98,11 basis poin, atau yang terendah sejak 5 Maret. Hasilnya, semakin rajin mengoleksi Surat Berharga Negara (SBN).”

Dari pasar global, indeks dolar AS bersiap untuk mencatat penurunan bulanan keempat berturut-turut pada hari Senin, rekor terpanjang sejak musim panas 2017, sedangkan yen bergerak stabil setelah letnan lama Shinzo Abe dilaporkan bergabung dalam perlombaan untuk menggantikannya sebagai pemimpin Jepang. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,076 poin atau 0,08% ke level 92,295 pada pukul 11.32 WIB.

“Tampaknya jelas bagi kami bahwa kami berada di awal periode multi-tahun penurunan dolar AS, dari level yang sangat tinggi,” tutur ahli strategi Societe Generale, Kit Juckes dan Olivier Korber, dilansir dari Reuters. “Keraguan kami, tentang apakah dolar AS dapat mengalami penurunan yang luas di tengah penghindaran risiko, resesi global, dan terutama kelemahan pasar berkembang, telah dikesampingkan oleh .”

Dari Negeri Sakura, Yoshihide Suga, Kepala Sekretaris Kabinet untuk Abe, diharapkan memperpanjang stimulus fiskal dan moneter yang mendefinisikan masa jabatan Abe dalam pemerintahan. Kantor berita Kyodo melaporkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin. TV Tokyo melaporkan bahwa dia telah menyuarakan dukungan partai pada pertemuan hari Sabtu (29/8) kemarin.

Loading...