AirAsia Tidak Bisa Ubah Nama Terminal Bandara Kuala Lumpur

Pihak berwenang menentang upaya maskapai AirAsia untuk mengubah nama terminal KLIA2 di Kuala Lumpur. Sikap tersebut muncul menanggapi keberadaan maskapai AirAsia yang memang mendominasi terminal tersebut.

Sebelumnya, AirAsia telah meluncurkan kampanye untuk menyebut Terminal 2 dengan nama Low-Cost Carrier Terminal 2 atau LCCT2. “Bagi saya, KLIA2 tidak berarti apa-apa. Nama LCCT2 akan melengkapi ‘ terbaik’ untuk AirAsia dan operator lain,” kata CEO AirAsia, Tony Fernandes.

Namun, Malaysia Airport Holdings selaku operator bandara negara menolak sebutan yang dilakukan AirAsia. “KLIA2 adalah nama yang terdaftar dalam International Air Transport Association. Menyebutnya dengan nama lain hanya akan menyesatkan dan membingungkan penumpang,” kata pihak operator bandara.

Terminal 2 sendiri telah dibuka sejak dua tahun lalu untuk menggantikan LCCT dengan tahunan mencapai 45 juta penumpang. Pada tahun 2015, lalu lintas penumpang di terminal ini tumbuh 9,5% menjadi 26 juta orang, atau melampaui terminal utama yang “hanya” mencapai 23 juta penumpang meski digunakan untuk penuh.

Rencananya, operator bandara akan meluncurkan KLIA Aeropolis dengan lahan mencapai 100 km2. Proyek ini akan menjadikan kedua bangunan terminal utama dan KLIA2 sebagai pusat penerbangan regional.

Loading...