Ahok Divonis Bersalah, Rupiah Anjlok di Akhir Dagang

Aksi ambil untung usai pembacaan vonis dalam sidang Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membuat rupiah tidak berdaya pada perdagangan Selasa (9/5) ini. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus memungkasi hari ini di zona merah usai 57 poin atau 0,43% ke level Rp13.352 per .

Rupiah sudah melemah sejak awal dagang dengan dibuka 24 poin atau 0,18% ke posisi Rp13.319 per dolar AS. Mata uang Garuda kembali terdepresiasi 43 poin atau 0,32% ke level Rp13.338 per dolar AS seiring penutupan transaksi sesi pertama. Jelang akhir dagang atau pukul 15.26 WIB, spot makin terbenam di zona merah setelah anjlok 48 poin atau 0,36% ke posisi Rp13.343 per dolar AS.

Mata uang Garuda sebelumnya berakhir menguat pada perdagangan Senin (8/5) kemarin imbas euforia kemenangan Emmanuel Macron dalam Pemilu Presiden Prancis. Namun, sesaat setelah keputusan sidang Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama, beberapa pihak mengambil kesempatan ambil untung sehingga rupiah berbalik tertekan.

Seperti diketahui, dalam persidangan hari ini, pengadilan memutuskan bahwa Ahok terbukti bersalah melakukan penodaan agama terkait pernyataan mengenai Surat Al Maidah ayat 51 ketika berkunjung ke Pulau Pramuka, di Kepulauan Seribu. Pria yang masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu pun dihukum dengan hukuman 2 tahun penjara.

“Sesaat setelah keputusan sidang Ahok, beberapa pihak mengambil kesempatan sehingga rupiah sedikit tertekan,” ujar pengamat pasar uang, Farial Anwar. “Namun, tekanan rupiah akibat aksi profit taking ini tidak bersifat fundamental dan akan berakhir dengan segera.”

Selain faktor , pelemahan rupiah juga dipicu penguatan indeks dolar AS yang terdorong pernyataan pejabat The Fed. Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester, kemarin mengatakan bahwa The Fed telah mencapai target ketenagakerjaan dan mendekati target , sehingga Bank Sentral AS akan terus menaikkan suku bunga mereka, meski beberapa data terbaru lemah. The greenback pun naik 0,45% ke level 99,090 pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.317 per dolar AS, menguat tipis 7 poin atau 0,05% dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.324 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas kurs di Asia tidak berdaya menghadapi greenback dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan sebesar 0,36% dan rupee India sebesar 0,33%.

Loading...