Agustus Alami Deflasi, Rupiah Justru Berakhir Melemah 105 Poin

Rupiah - sumutinvest.comRupiah - sumutinvest.com

Meski sepanjang bulan Agustus 2018 dilaporkan mengalami sebesar 0,05%, namun catatan tersebut tidak cukup kuat untuk menopang laju untuk kembali ke area positif. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda malah melemah 105 poin atau 0,71% ke level Rp14.815 per dolar pada penutupan Senin (3/9) ini.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sepanjang bulan Agustus 2018, Indeks Konsumen (IHK) menurun atau mengalami deflasi 0,05% secara bulanan (month to month). Angka ini berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami sebesar 0,28%. Angka tersebut lebih kecil dari periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan deflasi sebesar 0,07%.

“Deflasi ini mengikuti tren seperti tahun-tahun sebelumnya, ketika harga -barang beranjak turun setelah masa-masa Hari Raya Idul Fitri. Tahun lalu, di bulan yang sama juga mencatatkan deflasi sebesar 0,07% setelah Idul Fitri,” ujar Kepala BPS, Suhariyanto. “Ini menggembirakan karena bisa bikin inflasi hingga akhir tahun sesuai target pemerintah, yakni sebesar 3,5%.”

Komoditas yang menjadi kontributor deflasi terbesar adalah bahan pangan dengan besaran 1,10% dan memberi andil deflasi sebesar 0,24%. Telur tercatat sebagai bahan pangan dengan sumbangsih tertinggi, yakni 0,06%, disusul bawang merah sebesar 0,05%. “Meski demikian, masih ada inflasi di beberapa kelompok pengeluaran, seperti pendidikan, rekreasi, dan olahraga,” sambung Suhariyanto.

Sayangnya, laporan ini belum cukup mampu mengatrol posisi mata uang Garuda ke zona hijau. Pasalnya, indeks dolar AS di saat yang bersamaan masih terus bergerak lebih tinggi pada hari Senin, karena kekhawatiran tensi perdagangan yang tidak kunjung surut. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,017 poin atau 0,02% ke posisi 94,740 pada pukul 11.03 WIB, setelah sempat dibuka melemah.

Dilansir Reuters, pada Sabtu (1/9) waktu setempat, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa pihaknya tidak perlu mempertahankan posisi Kanada dalam NAFTA dan memperingatkan Kongres untuk tidak turut campur dalam perjanjian perdagangan trilateral tersebut. Sebelumnya, Trump sudah memberitahu Kongres bahwa ia akan menandatangani kesepakatan bilateral dengan Meksiko setelah diskusi dengan Ottawa memburuk.

“Pasar saat ini secara keseluruhan bersifat tentatif karena ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dengan mitra, terutama , terus memberikan banyak episode,” tutur manajer cabang Tokyo di State Street Bank, Bart Wakabayashi. “Saya pikir itu bukan kabar yang baik karena akan menjadi efek negatif untuk pasar.”

Loading...