Adu tweet antara Donald Trump dan Sadiq Khan memanas usai peristiwa London Bridge

Presiden AS Donald Trump - www.cnnindonesia.comPresiden AS Donald Trump - www.cnnindonesia.com

Seusai terjadinya teror di London, atau lebih dikenal dengan peristiwa London Bridge, wakilota Inggris, Sadiq Khan melontarkan pernyataan yang membuat , tersinggung.

Berikut kutipan pernyataan walikota London tersebut:“Pesanku kepada warga London dan pengunjung disini supaya tenang dan waspada. Anda akan melihat peningkatan polisi hari ini, termasuk petugas bersenjata dan petugas berseragam. Tidak ada yang perlu dicemaskan dari hal ini. Kami adalah teraman di dunia. Anda mungkin melihat peristiwa kemarin malam sebagai konsekuensi dari rencana, persiapan, dan penanggulangan kami dalam menghadapi teroris dan menolong yang terluka”.

Tidak berapa lama setelah itu, Donald Trump memberikan respons dalam twitter pribadinya @realDonaldTrump, “Setidaknya 7 meninggal dan 48 terluka dalam serangan teroris dan Walikota London mengatakan, ‘Tidak ada yang perlu dicemaskan dari hal ini’”.

Trump menyatakan dukungannya kepada warga Inggris. Namun, pesannya juga mendulang kontroversi karena ia meminta pengadilan Amerika untuk menerapkan kembali larangan imigrasi.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk melindungi warga Amerika Serikat dari serangan teroris. Namun, perintah eksekutif itu dianggap sebagai tindakan diskriminatif mengingat Trump melarang imigran dari sejumlah negara mayoritas Muslim.

Setelah mendapatkan banyak komentar dari publik, Trump kembali mengeluarkan tweet,

“Pernyataan menyedihkan dari Walikota London, Shadiq Khan, orang yang berpikir cepat bahwa tidak ada yang perlu dicemaskan dari hal ini. MSM harus bekerja keras untuk menjual (berita) ini”.

Pernyataan dari Trump tersebut mirip dengan yang dilontarkan pada saat terjadi peristiwa peledakan di New York yang melukai 29 orang pada bulan September 2016.

Sejak awal kampanyeny sebagai calon Presiden Amerika Serikat, Trump memang dikenal sebagai sosok yang berbicara to the point dengan gaya bahasanya yang dinilai bisa menyinggung orang lain.

Menjawab tudingan Trump, juru bicara Khan menegaskan bahwa banyak hal penting lain yang harus dikerjakan London dibanding menjawab komentar Trump yang telah mengutip pernyataan Khan tanpa melihat konteksnya.

Menurut juru bicara Khan, saat ini, Walikota London sedang sibuk berkoordinasi dengan polisi dan pemerintah pusat untuk menghadapi serangan teroris. Khan juga ingin memastikan bagi warga London dan para .

Menambahkan apa yang disampaikan juru bicara Khan, walikota London itu seakan tidak bergeming dari pendapatnya, Khan pun menimpali pernyataan Trump dengan kalimat yang tidak kalah kontroversionalnya. Ia mengatakan bahwa telah menjadi bagian untuk hidup di kota besar agar Anda bersiap untuk hal seperti ini (teroris). Anda harus waspada, mendukung apa yang telah menjadi tugas polisi dalam menjalankan tugasnya yang berat.

Ia juga mengatakan, tingkat ancaman tetap pada level tinggi, yang berarti serangan susulan mungkin terjadi. Namun, itu bukan menjadi alasan warga London untuk merasa panik.

Kemudian, Khan meminta warganya menjauh sementara dari London Bridge Station, karena kawasan tersebut masih dalam penyelidikan. Ia juga meminta untuk melapor ke polisi apabila melihat sesuatu yang mencurigakan.

Walikota Muslim pertama London itu juga menyebutkan bahwa pemilu Parlemen Nasional Inggris seharusnya tidak ditunda menyusul serangan tersebut. Khan menyatakan, justru pemilu ini harus digelar sebagai bentuk perlawanan atas aksi teror.

Walaupun respon Khan dinilai sesuatu yang menyinggung pihak Amerika, akan tetapi beberapa dukungan mengalir untuk Inggris. Diantaranya datang dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang mengatakan bahwa Prancis lebih berada di posisi Inggris.

Sementara Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan Eropa bersatu melintasi perbatasan dengan ketakutan dan duka namun juga bertekad untuk melawan semua bentuk terorisme.

Pernyataan dari pemerintah Indonesia, lewat Kementrian Luar Negeri, menyampaikan duka cita dan mengecam serangan teror serta menegaskan kembali dukungan atas pemerintah Inggris dalam memerangi terorisme.

Dari Vatikan, Paus Fransiskus mendoakan korban yang tidak bersalah dan keluarganya serta mendesak agar wabah perang dan terorisme disembuhkan.

Peristiwa teror tersebut terjadi Sabtu, 3 Juni 2017 diawali dengan adanya mobil barang yang dikemudikan secara ngawur sehingga menabrak para pejalan kaki yang saat itu memadati jembatan di London.

Akan tetapi, tersangka dari aksi brutal tersebut sudah ditangkap kepolisian setempat. Seorang komandan polisi senior London, Mark Rowley, mengatakan delapan anggota unit khusus melepas tembakan kepada tiga penyerang saat mereka ke luar dari mobil barang berawarna putih dan mulai menikami orang.

Dalam operasi tersebut, tambahnya, sekitar 50 tembakan dilepaskan dan seorang warga menderita luka tembak, yang kini sedang dirawat di rumah sakit. Asisten Komisioner Rowley menambahkan bahwa aparat harus bertindak cepat karena penyerang mengenakan yang tampak seperti rompi bahan peledak.

Sebanyak 12 orang sudah ditangkap di Barking, London timur terkait dengan serangan di London Bridge. Penangkapan tersebut menyusul operasi penggerebekan atas sebuah flat tempat tinggal dari salah seorang penyerang.

Warga sekitar mengatakan tersangka yang bersangkutan tinggal di tempat itu selama sekitar tiga tahun dan menikah serta memiliki dua anak.

Aparat keamanan diyakini sudah mengetahui identitas ketiga tersangka yang ditembak mati di tempat kejadian dan polisi melakukan pemeriksaan di beberapa tempat.

Loading...