Ada Kenaikan Bahan Baku, Harga Tempe 1 Papan Ikut Berubah

harga, tempe, 1, papan, kenaikan, bahan, baku, kedelai, di, jayapura, merek, kuintal, per, ukuran, mengurangi, keuntungan, kesepakatan, impor, pedagang, pelanggan, rugi, kemasanTempe satu papan (sumber: wikipedia)

Perubahan keadaan eksternal atau bisa memengaruhi makanan. Contohnya saja tempe. Nilai tukar rupiah yang tertekan oleh Amerika Serikat (AS) berdampak terhadap produksi tempe. Hal itu dikarenakan bahan utama pembuat tempe berasal dari . Oleh karena itu, lemahnya nilai tukar rupiah menjadikan harga kedelai melonjak.

Harga kedelai terus merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah pengusaha tempe bersiasat agar usaha mereka tetap berjalan tanpa harus menelan kerugian yang besar. Seperti yang dilakukan pengusaha tempe asal Dusun Joho Sambisari, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok Sleman, M Triono.

Kenaikan harga kedelai antara Rp 400 hingga Rp 700 per kilogram. Padahal, setiap hari ia membutuhkan hampir 5 kuintal kedelai untuk membuat tempe. “Harga kedelai sudah naik. Untuk kedelai yang kualitas bagus, harganya Rp 8.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya masih berkisar Rp 7.300 hingga Rp 7.600 per kilogram,” ujarnya.

Meski harga kedelai naik, ia tidak bisa begitu saja menaikkan harga tempe. Sebab, pelanggan bisa lari dan itu justru membuatnya semakin rugi. Untuk itu, ia mengurangi tempe. Misalnya, biasanya dalam satu kemasan ada 6 ons. Sekarang berkurang 0,5 ons menjadi 5,5 ons.

Tempe buatan M. Triono dibagi dalam tiga kemasan yaitu 800 gram, 500 gram, dan 300 gram dan Rp 1.000 per gram, sehingga untuk kemasan 800 gram seharga Rp 8.000. Namun, dalam lima hari terakhir, ia mengurangi 50 gram untuk setiap kemasan dengan harga jual sama.

“Nanti kalau harga kedelai turun, ukuran akan kita kembalikan seperti semua. Bahkan, saat harga kedelai murah, ukuran tempe kita pertebal. Karena beberapa pelanggan merasa beratnya lebih ringan,” ujarnya.

Kenaikan harga tempe yaitu kedelai juga terjadi di Jayapura. Tempe biasanya naik mengikuti kenaikan dolar, karena utama pembuatan tempe adalah kedelai. Setiap bulan Indonesia mengimpor kedelai lebih 240 ton yang sebagian besar dari Amerika Serikat yang sudah tentu dibeli dengan dolar AS.

Teddy, penjual tempe ‘Bandung’ di Jayapura, mengatakan akan menaikkan harga tempe yang dijualnya per potong Rp 500. Ini disesuaikan dengan harga kedelai impor yang ia beli setiap sak naik sekitar Rp 10 ribu. Setiap Minggu hingga Kamis, Teddy menggunakan tiga kuintal kedelai. Per kuintal adalah 100 kg atau sak dan harganya naik Rp 10 ribu.

“Memang tidak ada pilihan, daripada mengurangi ukuran lebih baik menaikkan harga jual, tapi saya masih menunggu kesepakatan kenaikan harga tempe dengan lainnya,” ujarnya.

Tiap hari ia menjual tiap 1 papan tempe merk Bandung dengan harga Rp 3.500. Saat ini ia masih memilih menanggung berkurangnya keuntungan sembari menunggu kesepakatan menaikan harga.

Loading...